Penyambungan Akses Jalan Menuju Kavlingan, Menjadi Polemik Masyarakat Bumiaji 

0
88
Ket foto : Penyambungan Jalan menuju Tanah Kavlingan Yang Dipermasalahkan Masyarakat Desa Sidomulyo & Desa Bumiaji

Batu,radarbangsa.co.id – Proses kesalahan pembangunan jalan yang menghubungkan lahan kavlingan yang rencananya akan di bangun beberapa rumah, yang posisinya berada di desa Sidomulyo kecamatan Batu berbatasan dengan desa Bumiaji kecamatan Bumiaji kota Batu. Yang paling mencolok proses kesalahan pembangunan jalan penghubung itu, antara jalan aspal milik pemkot Batu pengecoran jalanya terlalu tinggi dan membahayakan pengguna jalan antara masyarakat kedua desa itu.

Menurut Kabid PUPR Binamarga Alfi Nurhidayat,Jumat ( 2/5/2019) menambahkan, pembangunan jalan itu yang jadi kesalahan fatal, karena terlalu memakan badan jalan hampir 1,5 meter hingga tepian jalan aspal. Karena ucap” Alfi, penambalan jalan yang menggunakan sistim cor, harusnya dilakukan kordinasi terlebih dahulu dengan dinas yang membidangi dalam hal ini bidang jalan.

Karena terlalu tinggi proses pembangunanya, maka akan bisa berdampak serta membahayakan pengguna jalan,jususnya masyarakat desa, karena jalan tersebut masuk jalan aset pemkot Batu. Disinggung” Alfi, dengan kurangnya kordinasi antara pihak pengembang dan dinas Binamarga, sewaktu pelaksanaan penyambungan jalan. Dan hal itu sangat berpotensi membahayakan dan bisa jatuh korban.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.34 Tahun 2006 ( Tentang Jalan ) jika hal itu sudah dilakukan pembangunan,maka pihak dinas Binamarga akan melakukan teguran melalui surat resmi, untuk dihimbau pihak pengembang agar segera melakukan renofasi yang sesuai ketentuan. Karena sesuai perencanaan pemkot Batu, pada jalan tersebut akan dilakukan pelebaran jalan kurang lebih dua tahun kedepan.

Cerca Alfi” karena kondisi jalan di wilayah itu, berada pada tepian saluran irigasi besar dan dikala musim hujan selalu mengalami luberan air cukup besar, hingga air sampai menggenangi jalan milik pemkot Batu. 

Dilanjut oleh Alfi, jika dinas sudah melakukan teguran dengan surat resmi pada pihak pengembang dalam kurun waktu yang ditentukan, jika masih belum juga dilakukan perubahan, karena sudah ada pelanggaran pembangunanya makan spadan jalan, sesuai eksisting jalan, dengan ketinggian ikuran 50-100 cm.maka dengan secara paksa antara dinas Binamarga, dinas Perijinan, dan Satpol PP, akan melakukan pembongkaran secara paksa”tegas Alfi Nurhidayat. ( hr/wn)

LEAVE A REPLY