Pergi Jangan Kembali, Masyarakat dan Elemen Gelar Aksi Diatas KM MEHAD 1

LAMPUNG SELATAN, RadarBangsa.co.id – Masyarakat Desa Tejang Pulau Sebesi bersama sejumlah elemen gelar aksi diatas KM Mehad 1 yang diduga akan melaksanakan penyedotan pasir hitam disekitar kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK).

Kedatangan mereka dengan kompoy sebanyak 6 perahu motor dan kapal bagan nelayan tiba diatas Kapal keruk sekira pukul 12.45 WIB. Mereka langsung menyampaikan aspirasi dan orasi diatas kapal keruk disaksikan sejumlah Pol Airud dan ABK.

Bacaan Lainnya

Dalam orasinya Nasrul MS alias Yung perwakilan masyarakat mengatakan, masyarakat bersama elemen meminta kepada petugas yang melakukan aktivitas penyedotan pasir dikawasan sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK) untuk pergi dan jangan kembali melakukan aktivitasnya.

Sebab, jika sampai dilakukan maka masyarakat bersama sejumlah Elemen khususnya di Lampung Selatan tidak akan memberikan toleransi dan jangan salahkan jika terjadi yang tidak diinginkan.

Selanjutnya mereka juga meminta agar Izin IUP PT LIP di cabut, sebab sudah terbukti mengeruk pasir dan agar di tahan di berikan sanksi hukum.

Untuk diketahui, mereka yang mendatangi kapal keruk diantaranya, masyarakat adat, nelayan, WALHI, Aparat desa Tejang Pulau Sebesi yang di kawal oleh Polairud.

Berdasarkan keterangan dan informasi yang didapat bahwa KM Mehad 1 yang berada dilokasi enggan meninggalkan kawasan sekitar. Belum diketahui kenapa mereka bertahan, namun maayarakat meminta segera pergi meninggalkan lokasi sekitar. (Rizki)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *