Perketat Pengawasan Terhadap Masyarakat Keluar Masuk Pasaman

  • Whatsapp
Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis, SH, M. Si

PASAMAN, RadarBangsa.co.id – Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis, SH, M. Si selaku Ketua Pengarah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (Covid-19) Kabupaten Pasaman, dalam rapat teknis Percepatan Penanganan Virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Pasaman menyampaikan, Hasil rapat Gubernur Sumatra Barat dengan Forkopimda dan Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (Covid-19) Provinsi Sumatra Barat tanggal 28 Maret 2020 mengenai koordinasi penanganan Covid-19 di perbatasan jalur darat antara Provinsi Sumatra Barat dengan Provinsi tetangga, telah diputuskan akan dilakukan pembatasan secara selektif terhadap masyarakat yang akan keluar masuk Provinsi Sumatra Barat.

Menindak lanjuti keputusan tersebut, guna mencegah meluasnya penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pasaman, dengan tegas Bupati Pasaman menyampaikan; “berdasarkan protokoler percepatan penanganan virus corona yang disarankan oleh Gubernur Sumatra Barat dan memperketat pengawasan masyarakat yang keluar masuk ke Kabupaten Pasaman melalui 2 (dua) perbatasan yaitu; perbatasan Pasaman dengan Provinsi Sumatra Utara dan perbatasan Pasaman dengan Provinsi Riau, ditampah lebih memperketat pengawasan terhadap masyarakat yang datang dari zona merah atau daerah telah terjangkit virus covid-19.

Bacaan Lainnya

Khusus bagi masyarakat yang datang dari daerah terjangkit virus covid-19 dimintakan buat pernyataan kembali pulang atau di isolasi di rumahnya dengan syarat 1 (satu) orang satu kamar sampai pada batas dinyatakan sehat betul atau di karantinakan oleh pemerintah.

“Perintah ini harus dilaksanakan besok mulai pukul 08:00 wib”.

“Kepada Camat, Wali Nagari, Kepala Jorong diminta harus ikut serta mengawasi, dan demikian juga kepada PKK, GOW, dan DWP Kabupaten Pasaman, tolong sampaikan dan dimaklumi apa yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, Provinsi, dan apa yang telah diputuskan sekarang, jangan ada yang membahas lagi, tapi mengikuti” tegas Bupati H. Yusuf Lubis”.

Terakhir dalam arahan Bupati H. Yusuf Lubis, “Semua pendatang dari garis merah harus diperiksa, dan di isolasi”.

Bupati Pasaman juga menyatakan sangat mengapresiasi atas kebijakan dan inisiatif Polres Pasaman membubarkan kerumunan, perkumpulan-perkumpulan, termasuk pesta perkawinan, yang disambut langsung penuh semangat oleh Wakil Kapolres Pasaman AKP Ahmad Yani Pasaribu, “Siap mendukung, apa yang terbaik buat masyarakat”.

Kodim 0305/Pasaman Ahmad Azis mengatakan dengan sangat singkat, dalam kasus pandemi virus corona (Covid-19) ini, harus ada “tim reaksi cepat” dan jangan sampai ada satu orang saja masyarakat Pasaman sampai terjangkit. Paparnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pasaman Habibullah, S. Ag, MH mengatakan, “Lebih baik mencegah dari pada mengobati”. (Afzal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *