Perlu Sosialisasi dan Keterlibatan Ulama, Rencana Realisasi Program Vaksinasi Covid-19 di Sampang

  • Whatsapp
Agus Mulyadi S.Km M.Kes Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang

SAMPANG, RadarBangsa.co.id – Rencana realisasi program Vaksinasi Covid-19 di Sampang Madura Jawa Timur menjadi perhatian dari Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) setempat

Pasalnya sampai saat ini Gugus Tugas maupun Dinas Kesehatan belum melakukan Sosialisasi kepada masyarakat

Bacaan Lainnya

Menanggapi sorotan dari Mahfudz Ketua DKR Sampang, Agus Mulyadi S.Km M.Kes menjelaskan bahwa untuk sementara pelaksanaan Sosialisasi dilakukan kepada Tenaga Kesehatan (Nakes)

Karena sesuai tahapan jatah 2500 Vaksin akan di perioritaskan kepada para Nakes
“Kami sudah mengajukan tambahan 1700 Vaksin diperuntukkan ke TNI/Polri di Sampang,” ujarnya sabtu 9/1

Dijelaskan pendistribusian Vaksin terhadap Nakes akan dilakukan selama 3 bulan, tiga bulan berikutnya kepada sasaran lainnya seperti Pejabat publik, Petugas pelayanan publik, masyarakat beresiko serta masyarakat lain sesuai klaster

Ia mengaku pasti ada dampak tehadap pengguna Vaksin seperti demam, linu, lesu dan pusing pasca mendapat suntikan Vaksin namun tidak terlalu beresiko

Ditambahkan upaya tersebut untuk pencegahan, memberikan perlindungan serta memberikan yang terbaik untuk Sampang

Sebelumnya Mahfudz Ketua DKR menyoroti rencana Pemkab Sampang yang akan merealisasikan Program Vaksinasi namun belum dilakukan Sosialisasi

Menurutnya masih ada masyarakat yang belum paham hingga menjadikan rasa ketakutan terhadap rencana tersebut

Apalagi dengan banyaknya informasi negatif terkait Vaksin yang beredar di Medsos seperti dampak setelah disuntik Vaksin

Selain itu seraya mengambil contoh waktu awal program Vaksinasi DPT kepada siswa, masih banyak terjadi penolakan dari orang tua siswa

Untuk itu Ia berharap Pemkab melakukan upaya sinergitas dengan para Ulama di Sampang, terlebih saat melakukan Sosialisasi

Langkah tersebut sebagai upaya membantu mentransformasikan informasi kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalah pahaman dan kegaduhan disaat ada masyarakat yang terkena dampak ringan pasca di suntik Vaksin.

(Her)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *