Petani Kakao akan Keluar dari Garis Kemiskinan

  • Whatsapp

ZURICH, RadarBangsa.co.id – Barry Callebaut, penghasil cokelat dan produk kakao bermutu tinggi yang terkemuka di dunia, hari ini mengumumkan keberhasilannya dalam memperoleh 47% pasokan bahan baku kakao dan 54% pasokan bahan baku lainnya dengan praktik yang melestarikan alam. Pencapaian ini diraih pada tahun buku 2018/19, dan diulas dalam “Forever Chocolate Progress Report 2018/19” yang diterbitkan Barry Callebaut. Laporan tersebut merupakan edisi ketiga sejak rencana “Forever Chocolate” dilansir Barry Callebaut pada 2016. Di samping itu, “Forever Chocolate Progress Report 2018/19” melacak perkembangan yang dicapai Barry Callebaut agar penggunaan cokelat lestari menjadi praktik standar.

Antoine de Saint-Affrique, CEO, Barry Callebaut Group, bilang: “Lebih dari setengah pasokan bahan baku kami berasal dari sumber-sumber lestari, sehingga kami berada di jalur yang tepat untuk memperoleh 100% pasokan cokelat lestari pada 2025. Prestasi ini sangat baik dan memperlihatkan bahwa pelestarian alam menjadi inti dari strategi bisnis kami.”

Bacaan Lainnya

Pablo Perversi, Chief Innovation, Sustainability and Quality Officer, Global Head of Gourmet, Barry Callebaut, bilang: “Pada tahun buku sebelumnya, kami menggarap sejumlah proyek besar yang inovatif sebagai aspek penting dalam rantai pasokan cokelat lestari. Laporan perkembangan ini menunjukkan keberlangsungan upaya tersebut, serta dampak positif yang nyata bagi kalangan petani kakao, komunitas perkebunan kakao, serta seluruh pemain lain dalam rantai pasokan kami.

Rencana “Forever Chocolate” dibuat berdasarkan empat target ambisius, kelak tercapai pada 2025, yang mengatasi berbagai tantangan pelestarian alam terbesar dalam rantai pasokan cokelat:

Lebih dari 500.000 petani kakao akan keluar dari garis kemiskinan[1]
Pemberantasan pekerja anak[2] dari rantai pasokan
Menjalankan sikap positif terhadap jejak karbon dan hutan
Menggunakan 100% bahan baku lestari pada seluruh produk
Pencapaian pada tahun 2018/19

Menggunakan 100% cokelat lestari pada 2025

Dari seluruh bahan baku pertanian yang menjadi pasokan Barry Callebaut, 51% di antaranya diperoleh dengan praktik yang melestarikan alam pada 2018/19. Barry Callebaut memperoleh 47% (2017/18: 44%) pasokan biji kakaonya dari program pelestarian alam. Porsi ini mencakup program Cocoa Horizons serta program yang dijalankan sendiri oleh pelanggan, serta lembaga penyertifikasi eksternal seperti UTZ Certified, Rainforest Alliance, Fairtrade and Organic. Lebih lagi, Barry Callebaut mendapat 54% (2017/18: 44%) pasokan bahan baku pertanian nonkakao secara lestari. Hal ini termasuk penerapan skema sertifikasi pelestarian alam untuk bahan-bahan baku terkait.

Lebih dari 500.000 petani kakao akan keluar dari garis kemiskinan pada 2025

Agar lebih dari 500.000 petani kakao keluar dari garis kemiskinan pada 2025, Barry Callebaut memetakan berbagai perkebunan kakao dalam rantai pasokannya. Pada akhir 2018/2019, Barry Callebaut telah mendata 176.984 beserta para petaninya di dalam bank data Katchile. Bank data ini menyajikan informasi penting tentang lokasi, skala perkebunan, statistik sosio-ekonomi dan rumah tangga dari perkebunan kakao dan para petaninya. Lewat data tersebut, Barry Callebaut menawarkan rekomendasi khusus untuk setiap kebun kakao tentang peningkatan produktivitas lewat Rencana Bisnis Perkebunan dan Layanan Perkebunan.

Lebih dari 16.000 petani telah menjalankan Rencana Bisnis Perkebunan, dan 49.909 (+303%) petani kakao di Pantai Gading, Ghana, Kamerun, Brazil dan Indonesia telah mengakses layanan perkebunan, termasuk program pelatihan dan aspek pendukung lain seperti perangkat perkebunan, pembibitan, serta pendanaan. Premi yang diperoleh dari pembelian produk-produk HORIZONS tercatat sebesar CHF 15 juta (+40%). Premi ini membantu lebih dari 135.000 petani untuk berpartisipasi dalam program-program yang meningkatkan produktivitas dan penghasilan mereka. Premi ini juga mendanai berbagai program pemberantasan pekerja anak, melatih 27.448 petani. Jika memakai garis kemiskinan Bank Dunia yakni USD 1,90/hari, Barry Callebaut memperkirakan ada 184.623 petani kakao dalam rantai pasokannya yang telah keluar dari garis kemiskinan.

Pemberantasan pekerja anak[3] dalam rantai pasokan Barry Callebaut pada 2025

Barry Callebaut menjalankan sistem pemantauan dan pemberantasan pekerja anak dalam rantai pasokan kakaonya secara langsung. Rantai pasokan tersebut kini mencakup 42 kelompok petani, termasuk 16.710 petani, di Pantai Gading dan Ghana. Jumlah ini termasuk kelompok-kelompok petani yang diawasi pihak ketiga (misalnya UTZ Certified). Secara total, 26% kelompok petani yang secara langsung memasok bahan baku kepada Barry Callebaut, memiliki sistem untuk mencegah, memantau, dan memberantas pekerja anak, peningkatan sebesar +116%. Sementara itu, 37% pasokan kakao dan bahan baku nonkakao yang diperoleh Barry Callebaut dari pemasok pihak ketiga memiliki sistem pemantauan pekerja anak yang serupa.

Barry Callebaut tengah menyelidiki 3.867 (-9%) kasus penggunaan pekerja anak pada tahun buku 2018/19 di dalam rantai pasokannya. Seluruh kasus ini melibatkan anak-anak yang membantu kebun milik keluarganya. Menurut Organisasi Buruh Internasional (ILO), praktik tersebut menjadi kasus penggunaan pekerja anak yang terburuk. Dari seluruh kasus yang ditemukan, program penanggulangan tengah dipersiapkan dan 2.333 kasus di antaranya[4] telah ditangani.

Menjalankan sikap positif terhadap jejak karbon dan hutan pada 2025

Barry Callebaut ingin mewujudkan target untuk menyingkirkan lebih banyak emisi karbon ketimbang yang dihasilkannya pada 2025. Itu sebabnya, Barry Callebaut mengurangi volume jejak karbon yang setara dengan CO2 (CO2e), yakni dari 9,10 juta ton menjadi 8,49 juta ton pada tahun buku 2018/19 (-6,7%), sambil mewujudkan pertumbuhan volume produksi sebesar +5,1%.

Penggerak utama dari pencapaian ini ialah berkurangnya emisi CO2e dari perubahan penggunaan lahan. Selain itu, intensitas CO2e di berbagai pabrik juga berkurang, dan intensitas CO2e pada produk-produk susu turut merosot. Intensitas CO2e per ton produk juga turun dari 4,45 menjadi 3,92. Kontribusi tambahan dari tiga proyek internal bahkan menurunkan jumlah ini menjadi 3,88 (-13%). Dari seluruh pabrik milik Barry Callebaut, 17 dari 62 pabrik kini memakai 100% energi terbarukan.

Di Pantai Gading dan Ghana, Barry Callebaut telah memetakan perkebunan kakao yang berjarak 25 km dari area hutan lindung dalam rantai pasokan langsungnya. Secara total, ada 47.182 kebun yang telah dipetakan. Selain itu, Barry Callebaut mendistribusikan lebih dari 1,8 juta bibit kakao di Pantai Gading dan Ghana. Lebih lagi, Barry Callebaut membagikan hampir 750.000 pohon peneduh untuk program penghijauan di kedua negara tersebut. Lewat dukungannya terhadap proyek “Initiative For Sustainable Landscapes” (ISLA) di Pantai Gading, Barry Callebaut ikut melestarikan hutan primer seluas 6.280 hektar dan menghijaukan lahan hutan seluas 3.800 hektar. Hal ini dilakukan dengan menyingkirkan perkebunan kakao ilegal dan membantu regenerasi hutan secara natural. Sebanyak 37,6% dari total pasokan bahan baku yang diperoleh Barry Callebaut tidak mengakibatkan deforestasi.(Ari)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *