Petuah Kiai Busyro, Menangkan Gus Acing – Mas Kiai Fikri di Pilkada Sumenep 2020

  • Whatsapp
(Kiri) KH. A. Busyo Karim dan H. R.B Fattah Jasin, Saat Dekralasi di Ponpes Tarate Sumenep Jawa Timur. (Kanan) Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si, Menyampaikan Pandangan Politiknya Saat Deklarasi Paslon Fattah Jasin - KH. Ali Fikri di Ponpes Tarate Sumenep

SUMENEP, RadarBangsa.co.id – Dr. KH. A Busyro Karim, M.Si (Kiai Busyro), ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sumenep, ditengah ratusan peserta Deklarasi ‘Gus Acing dan Mas Kiai Ali Fikri’, calon Bupati dan wakil Bupati Sumenep masa khidmat 2020-2024, bertempat di kediaman KH. Abdurrahem Usmuny Pondok Pesantren Tarate Selatan (Taretan) Sumenep.

Dalam kesempatan tersebut Kiai Busyro menyampaikan bahwa untuk memenangakan pertarungan pada Pilkada di Sumenep tentunya berbeda dengan daerah lain di luar Sumenep. Begitu juga dengan pola kebiasaan masyarakat Sumenep dalam berpolitik dimasa lalu tentunya berbeda dengan dimasa sekarang.

Bacaan Lainnya

Kekutan partai politik yang besar, ditambah dengan kuatan kultur masyarakat dan pesantren, maka pertarungan itu harus dimenangkan dengan cara gerilya turun ke masyarakat. Minggu, (02/08/2020).

Menurut Kiai A. Busyro, bahwa dirinya dengan Mas Kiai Fikri adalah sama – sama berlatar belakang pesantren (sama – sama Kiai), memperjuangkan sebuah tradisi dan pembangunan yang baik, dari masa kepemimpinan Kiai Ramdhan Siraj selama 10 tahun, dan 10 tahun masa kepimpinan dirinya (Kiai A. Busyro), adalah hal baik yang harus dilanjutkan agar menjadi lebih baik lagi.

“Saya berada di PKB sudah lama, dari tidak ada apa-apa, sampai sekarang ada apa – apa. Jadi harus gerilya kemasyarakat, bukan menunggu untuk didatangi, waktu saya sudah terbiasa merasakan mabuk di perahu, sakit di pulau, dan sebagainya, itu sudah biasa,” tutur Kiai Busyro mengenang masa dimana dirinya pernah menjabat anggota DPRD Sumenep dua periode, dan saat ini sedang menjabat Bupati Sumenep periode kedua.

Selanjutnya Kiai Busyro berharap, kekompakan semua partai pendukung untuk bergerilya turun kemasyarakat, tidak cukup dengan do’a saja, tetapi kekompakan semua partai yang mendukung, kekuatan struktur partai ditambah dengan kekuatan kultur masyarakat Sumenep adalah konstribusi untuk memenangkan pertarungan di Pilkada Sumenep ini.

“Kita do’akan mudah-mudahan Gus Acing dan Mas Kiai Fikri ‘Menang’, namun tidak cukup dengan do’a saja, tetapi yang ingin saya sampaikan pertama, kekompakan semua partai yang mendukung, kekuatan struktur partai ditambah dengan kekuatan kultur vmasyarakat Sumenep untuk memenangkan pertarungan.

Dan kedua, yang diperlukan hari ini untuk pemenangan adalah gerilya kepada masyarakat kerena hari ini bukan era ketokohan akan tetapi hari ini era gerilya didalam politik,” pungkasnya.

(DANS/ONG)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *