Physical Distancing Perum Kalimo’ok Kalianget, Warganya Positif Corona

AKBP Deddy Supriadi, S.I.K., M.I.K., Kapolres Sumenep, didampingi Satgas Covid-19 Kabupaten Sumenep. Melakukan Press conference Covid-19, terkait Warga Perum Kalimo'ok terkonfimasi Covid-19.

SUMENEP, RadarBangsa.co.id – Press conference Covid-19 bersama Kapolres Sumenep AKBP Deddy Supriadi, S.I.K, M.I.K., di ruang media center pencegahan dan penanganan Covid-19 Kabupaten Sumenep, menginformasikan adanya penambahan salah seorang pasien, yang disebutnya sebagai pasien nomer 5 (lima) yang terkonfirmasi Covid-19. Dimana pasien tersebut merupakan salah seorang warga perumahan umum (Perum) Kalimo’ok Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep Jawa Timur.

Seperti halnya yang diperlakukan pada 4 (empat) orang pasien yang sebelumnya terkonfirmasi positif Covid-19, yaitu disebut pasien nomer 1 sampai nomer 4, maka akan dilakukan “phisycal distancing” atau pembatasan terhadap lokasi perumahan tersebut, dan dilakukan penelusuran untuk mendeteksi siapa saja yang pernah berinteraksi dengan pasien nomer 5 tersebut disekitar pemukiman rumah tempat tinggalnya. Jum’at, (01/05/2020).

Bacaan Lainnya

AKBP Deddy Supriadi, S.I.K, M.I.K., Kapolres Sumenep, didampingi tim Satgas Kabupaten Sumenep, menyampaikan bahwa kronologis sementara yang dapat disampaikan bahwa, pada tanggal 22 April 2020, pasien nomer 5 adalah bertugas di Bank Jatim cabang Pragaan.

“Bank Jatim cabang Pragaan melaksanakan kegiatan pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) bersama seluruh pegawai, kemudian diantara pegawai tersebut ada yang hasil RDT nya reaktif, sehingga dilakukan pemeriksaan swab test pada tanggal 25 April 2020, dan hasil swab test diketahui pada tanggal 30 April 2020 sekira pukul 16.30 Wib (sore ini), bahwa pasien nomer 5 ini terkonfirmasi Covid-19,” jelas AKBP Deddy, saat Press conference Covid-19, di ruang media center pencegahan dan penanganan Covid-19 Kabupaten Sumenep.

Selanjutnya AKBP Deddy menyampaikan bahwa, sejak diketahui pasien nomer 5 tersebut hasil RDT nya reaktif maka pimpinan Bank Jatim cabang pembantu Pragaan, memberikan kebijakan agar yang bersangkutan melaksanakan isolasi mandiri di rumah selama 6 (enam) hari kerja pasien no.5 ini tidak melakukan aktifitas di kantor Bank Jatim cabang pembantu Pragaan.

“Kita besok akan melakukan “Tracing” atau menelusuri terhadap siapa saja yang telah berinteraksi dengan yang bersangkutan, tentunya dari rumah tangganya, kemudian nasabah yang mungkin pernah berinteraksi, dan lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Masih kata AKBP Deddy, Jadi mulai hari ini, sejak diketahui pasien no.5 ini terkontaminasi Covid-19, maka dilakukan penanganan atau perawatan di salahsatu Rumah Sakit Swasta di Surabaya. Selanjutnya akan dilihat perkembangannya beberapa hari kedepan, dan bagaimana perlakuan terhadap kantor Bank Jatim cabang pembantu yang ada di Kecamatan Pragaan tersebut.

“Sementara belum kita ketahui pasien nomer 5 ini asal klasternya, dan hingga saat ini pasien nomer 5, sepertinya sehat-sehat saja, tidak mengalami gejala-gejala yang mengarah pada Covid-19,” pungkasnya. (ONG)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *