Pisah Sambut Dandim 0827/Sumenep, Bupati : Humor Gus Dur tentang ‘Kolonel dan Mumi’

  • Whatsapp
(kanan) Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si., Saat Memberi Sambutan Acara Pisah Sambut Komandan Kodim 0827/Sumenep

SUMENEP, RadarBangsa.co.id – Acara Pisah Sambut Komandan Kodim 0827/Sumenep lama Letkol Inf Ato Sudiatna dengan Dandim baru Letkol Inf Nurcholis, A.Md., pada hari selasa tanggal 4 Agustus 2020 pukul 19.00 Wib sampai selesai, bertempat di Pendopo Agung Keraton Sumenep.

Dalam rangkaian sambutannya, Bupati Sumenep Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si. (A. Busyro) menceritakan ‘Humor Gus Dur tentang Kolonel dan Mumi’.

Bacaan Lainnya

Hadir dalam acara tersebut ; Wakil Bupati Sumenep, Achmaf Fauzi, Ketua DPRD beserta anggota Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumenep, Dandim 0827/Sumenep yang baru Letkol Inf Nurcholis, A.Md’ beserta istri, Dandim yang lama Letkol Inf Ato Sudiatna, beserta istri, Sekretaris Daerah dan Asisten Sekda Kabupaten Sumenep, serta para pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep. Rabu, (05/08/2020).

Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si., Bupati Sumenep dalam sambutannya menyampaikan puji syukur kehadirat Allah Swt, acara pisah sambut Dandim 0827 Sumenep lama Letkol Inf Ato Sudiatna, dengan Dandim yang baru Letkol Inf Nurcholis, A.Md, yang sebelumnya menjabat sebagai Pabandya BMN Slogdam V/Nrawijaya.

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Sumenep menyampaikan selamat datang dan selamat bertugas kepada bapak Letkol Inf Nurcholis, A.Md., Dandim 0827 yang baru. Semoga, tugas-tugasnya di Kabupaten Sumenep mendapat bimbingan dan pentujuk dari Allah Swt,” ucap A. Busyro panggilan Bupati Sumenep.

Selanjutnya A. Busyro menyampaikan terima kasih kepada Letkol Inf Ato Sudiatna atas dedikasi, perjuangan dan pengorbanannya sejak tanggal 15 Februari 2018 sebagai Dandim 0827/Sumenep, dan saat ini diberikan amanah sebagai Pabandya-3/MIN Kerma Spadan VII/Kermatet Sterad. Semoga karirnya semakin menanjak.

“Kabupaten Sumenep sudah berusia 750 tahun, pernah dipimpin 35 Raja dan 15 Bupati. Sumenep memiliki beberapa destinasi wisata seperti Pulau Gili Iyang, yang memiliki kandungan oksigen terbaik kedua di Dunia. Ada pulau Gili Labak yang mempunyai Sport Diving untuk menikmati keindahan dibawah laut yang sangat indah. Pantai Sembilan yang mempesona di pulau Giligenting, Pantai Lombang yang indah dengan cemara udangnya, ada pula wisata sejarah, wisata kuliner dan sebagainya,” ujarnya.

Lebih lanjut A. Busyro Karim menuturkan tentang Humor Gus Dur. Dalam penuturannya Bupati Sumenep bahwa pada jaman orde baru yang tidak pernah lepas dari kritik Gus Dur adalah tentara. Dulu namanya ABRI, yang didalamnya ada Polisi. Jaman itu, tentara berkuasa penuh atas nasib Bangsa ini. Mereka ada di barak, diparlemen, di dunia birokrasi, di lembaga sensor film, di kampus, di pasar, bahkan berkeliling di tempat ibadah. Maka itu, zaman orde baru disebut Rezim Militer.

Menurut penuturan A. Busyro Karim, bahwa Gus Dur mengkritik tentara tidak saja dengan pembicaraan-pembicaraan yang serius, analisa-analisa yang tajam, ataupun diskusi-duskusi komprehensif, namun juga dengan humor yang lucu dan bisa dinikmati semua kalangan.

Humor Gus Dur tentang ‘Kolonel dan Mumi’, untuk menggambarkan tentara suka main pukul, Gus Dur bercerita Pemerintah Indonesia mengikuti Forum Sains tingkat Dunia, misinya mencari tahu usia ‘Mumi’ dari mesir. Di forum itu, Negara-negara maju mengirimkan Saintis handal dan berpengalaman. Kecuali Indonesia yang mengirimkan seorang Kolonel.

Tiba saatnya presentasi, Saintis dari China memberi kesimpulan bahwa Mumi itu berusia 100 tahun sebelum masehi. Tim Amerika dengan meyakinkan mengatakan bahwa Mumi berusia 100 tahun sebelum masehi, plus memberi informasi bahwa rempah-rempah sebagai pengawet.

Utusan Indonesia tampil memukau : Usia ‘Mumi’ ini 100 tahun sebelum masehi lebih tiga bulan, prosesi Mumi dilakukan seminggu, dari hari Jum’at hingga Kamis, dan rempah-rempah sebagai bahan pengawet didatangkan dari Maluku.

“Seisi ruangan yang terdiri dari Saintis tingkat Dunia bertepuk tangan, lalu seorang panitia lalu bertanya ; bagaimana Anda mengetahui Mumi dengan Detail?, Sang Kolonel menjawab ; Mumi itu saya tempelengin pak, biar ngaku., tutur A. Busyo karim dalam cerita humor Gus Dur tentang Kolonel dan Mumi.

Melanjutkan sambutannya A. Busyro Karim menyampaikan selamat bergabung menjadi keluarga besar anggota Forkopimda Kabupaten Sumenep. Selama ini koordinasi dan interaksi antar anggota Forkopimda sudah terjalin baik dan dinamis. Sehingga secara umum kondisi Kabupaten Sumenep tetap aman, tenang dan damai. Semoga, hal ini terus berlanjut di masa kepemimpinan Dandim yang baru nanti.

Adapun daftar anggota Forkopimda Kabupaten Sumenep plus, terdiri dari ; Achmad Fauzi, SH, MH : Wakil Bupati Sumenep, H. Abdul Hamid Ali Munir, SH : Ketua DPRD Sumenep, AKBP Darman, S.I.K : Kapolres Sumenep, Jamaluddin, SH, MH : Kapala Kejaksaan Negeri Sumenep, Ahmad Bukhori, SH, MH : Ketua Pengadilan Negeri Sumenep, Drs. H. Misbah, M.Hi : Ketua Pengadilan Agama Sumenep., Ir. Edy Rasiyadi, M.Si : Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep.

“Saya juga berharap hubungan hormunis dengan elemen lainnya, dan Saya yakin, berkat pengalaman dan dedikasi papak Dandim baru, Insya’Allah juga bisa meneruskan kinerja Dandim Sumenep sebelumnya,” harapnya.

Dipenghujung sambutannya, A. Busyro Karim menyampaikan beberapa tugas penting TNI di Kabupaten Sumenep kedepan diantaranya :

1. Pencegahan penyebaran virus covid-19 di Kabupaten Sumenep, terutama pendisiplinan warga dalam menjalankan protokol kesehatan.

2. Pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Periode 2021 – 2025 pada tanggal 09 Desember 2020. Tahapan Pilkada sudah mulai berlanjut, calon Bupati dan Wakil Bupati sudah mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Jika tidak ada antisipasi lebih dini dari pihak keamanan dikhawatirkan terjadi gesekan dan benturan antar pendukung.

3. Pelaksanaan pemilihan Kepala Desa tahun 2020. Namun karena pandemi Covid-19 bisa ditunda pada tahun 2021. Ada 86 pemilihan Kepala Desa dari 27 Kecamatan baik daratan maupun kepulauan.

4. Penyalahgunaan narkoba di wilayah kepulauan yang semakin meningkat.

“Semoga bapak Letkol Inf Nurcholis, A.Md, beserta Keluarga bisa betah di Kabupaten Sumenep dan bisa menjalankan tugasnya sebaik-baiknya,” pungkanya wa akhirul Qalam.

(ONG)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *