PKL di Gor Indoor Sampang Sepi Pengunjung, Area Mainan Anak Tetap Beroperasi

  • Whatsapp
PKL di Gor Indoor Sampang Sepi

SAMPANG, RadarBangsa.co.id – Para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di Gor Indoor Sampang Madura Jawa Timur menjerit karena sepi pengunjung

Dampaknya mempengaruhi omzet serta penghasilan yang di dapat oleh para PKL yang bernaung dalam Paguyuban PKL Trunojoyo

Bacaan Lainnya

Elly Wardana Sekretaris Paguyuban Trunojoyo area Timur Gor Indoor di jalan Wakhed Hasyim senin 27/4 mengaku, sepinya pengunjung karena dampak Pandemi Covid 19
“Pandemi Covid 19 berdampak kepada sepinya pengunjung PKL Gor Indoor Sampang,”ujar Elly Wardana senin 27/4

Menurutnya sejak pemberlakuan Phsycal Distancing petugas sering melakukan operasi membubarkan kerumunan massa terutama di Taman Wijaya (depan Gor Indoor) yang tidak pernah sepi dari pengunjung

Bahkan lampu di Taman sering padam hingga berpengaruh terhadap area PKL

Namun di tambahkan, kemungkinan juga pemadaman lampu itu untùk menghindari kerumunan atau dampak pemberlakuan Pshycal Distancing tersebut

Ungkapan sama disampaikan Hj Yuyun Mulyati Pengelola Arena mainan anak di timur Gor Indoor Sampang

Menurut istri dari Ashadi warga Perum Permata Selong Blok I, walaupun ditengah Pandemi Covid 19 tetap membuka Arena permainan anak
“Saya terpaksa tetap membuka Arena permainan untuk membantu keluarga, dan melayani masyarakat yang membutuhkan hiburan bagi putra putri mereka untuk mengusir kebosanan karena pemberlakuan pembelajaran dirumah yang tidak menentu,”tuturnya

Namun Ia mengaku situasi maupun suasananya berbeda dengan situasi normal seperti biasanya
“Taman Gor Indoor dan sekitarnya seperti kuburan karena lampu Taman sering padam,”selorohnya berkelakar

Ia bersama para PKL di Gor Indoor merasakan penurunan omzet maupun penghasilan

Hj Yuyun Mulyati berharap Pemerintah Daerah memikirkan juga nasib para PKL serta Pengelola mainan khususnya yang ada di Gor Indoor Sampang

Sebab usaha yang dilakukan untuk menghidupi keluarga terlebih dalam menjalankan Bulan Ramadhan dan menghadapi Hari Raya yang biasanya terjadi kenaikan kebutuhan dasar

Sebelum mengakhiri ungkapannya Hj Yuyun Mulyati kembali berseloroh dengan berucap “kami sekarat bukan karena Corona, tetapi karena keadaan”. (Her)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *