Pohon Sono Keling Sengketa, Perhutani Pasuruan dan Warga Adu Data

  • Whatsapp
Perhutani dan warga Dusun Putuk Timur, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan saat adu data kepemilikan tanah. [IST]

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Memanas, Perhutani dan warga Dusun Putuk Timur, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan adu data kepemilikan tanah.

Adanya salah satu dari tiga pohon jenis Sono Keling yang sudah dipotong menjadi pemicu memanasnya warga dan pihak Perhutani.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, tiga pohon jenis Sono Keling yang sudah masuk dalam Rencana Tebang Tahunan (RTT) 2020 tersebut diakui milik pihak Perhutani. Sedangkan salah seorang warga memiliki sertifikat kepemilikan tanah yang sah.

H. Dahlan, salah satu warga sekaligus pemilik sertifikat tanah saat ditemui media ini ,Kamis (21/1/2021), menjelaskan, bahwa dirinya tidak terima jika tanah miliknya akan di claim milik Perhutani.

“Rumah dan tanah saya sudah bersertifikat resmi dari BPN, kok malah sebagian mau di claim milik perhutani. Saya sangat merasa keberatan,” ujar H Dahlan.

Disamping itu, Suyono selaku Mantri Perhutani Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan mengakui bahwa dirinya sudah memindah patok perhutani ke tanah milik H. Dahlan.

Pemindahan pal atau pembatas antara tanah perhutani dan tanah negara juga tanpa sepengetahuan dari pihak H. Dahlan, selaku pemilik tanah.

“Kami memang memindah, karena menurut pengukuran, pal pembatas tidak disitu dan ada indikasi pergeseran,” ujar Suyono.

Sedangkan H. Agus selaku pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengatakan, bahwa tanah atau bangunan yang sudah memiliki sertifikat, adalah sah tanah milik negara dan bukan perhutani.

“Tanah yang sudah terbit menjadi sertifikat adalah tanah sah milik negara dan sudah di ukur dengan teliti. Dan pihak BPN juga sudah sangat berhati-hati dalam menentukan batas-batas tanah,” terang H. Agus.

Atas adanya permasalahan tersebut, pihak Kepolisian dari Polsek Purwodadi diterjunkan untuk mengawal jalannya pengukuran tanah oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Perhutani agar suasana menjadi kondusif.

Aiptu Akbar, selaku Kanit Reskrim Polsek Purwodadi mengatakan, bahwa dirinya hanya diperintahkan atasan untuk mengawal pohon Sono Keling yang sudah dipotong agar dititipkan di Mapolsek Purwodadi.

“Kita selaku petugas hanya disuruh atasan untuk mengawal pohon Sono Keling yang sudah dipotong agar dititipkan ke Mapolsek Purwodadi,” ucap Aiptu Akbar.

(Andik)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *