Polda Jateng Musnahkan 8,1 Gram Sabu dan 5,708 Butir Ekstasi

Para Pelaku saat pers release

SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Jajaran Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Tengah, Rabu, 7 Oktober 2020,laksanakan pemusnahan barang bukti narkoba sebanyak 8,1 gram sabu dan 5.708 butir ekstasi.

Turut serta dalam kegiatan tersebut Ditresnarkoba Polda Jateng Kombes Pol Ignatius Agung Prasetyoko, Kepala BNN Jateng Brigjen Pol Benny Gunawan, Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna, Irwasda Polda Jateng Kombes Pol Mashudi, dan Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto.

Bacaan Lainnya

Keberhasilan penangkapan tiga tersangka tersebut yakni CG, AM dan AMQ berkat kerjasama antara petugas Lapas kelas I Kedungpane Kota Semarang dengan Ditresnarkoba Polda Jateng.

Ketiga tersangka ditangkap petugas pada Senin, 29 September 2020 di depan Lapas Kedungpane setelah sebelumnya CG salah satu tersangka meletakan “barang haram” tersebut.

Berdasarkan pengakuan CG dihadapan dihadapan penyidik sabu sabu tersebut milik AS (DPO).

CG mengaku disuruh AS untuk meletakan “barang haram” tersebut di depan Lapas Kedungpane yang nantinya akan diambil oleh seseorang.

CG mengaku mendapatkan sabu tersebut dengan cara mengambil di sebuah Hotel di Kota Semarang sebanyak 2 (dua) paket sabu masing masing 100 gram, 1 (satu) paket sabu telah di letakan disuatu alfamart daerah Plombokan, Kecamatan Semarang Utara sedangkan 1 (satu) paket sabu lainnya di letakan didepan kantor Lapas Kedungpane namun sebelum meletakkan barang tersebut keburu ditangkap petugas.

Akibat perbuatan tersebut ketiga tersangka diancam dengan Pasal 114 ayat 2 UU No. 35 Tentang Narkotika dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun.

Menurut keterangan Ditresnarkoba Polda Jateng Kombes Ignatius Agung Prasetyoko, dari Januari sampai sekarang sudah ada total 256 kasus yang diungkap Ditresnarkoba dengan peredaran paling banyak di Kota Semarang, Solo dan Jepara.

Ini sebagai pembuktian bahwa meski dalam disituasi pandemi seperti sekarang Ditresnarkoba Polda Jawa Tengah tidak lengah dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Jateng, ujarnya.

Sementara itu kata Ignatius Agung Prasetyoko sesuai arahan Kapolda Jateng, siapapun yang terlibat dalam peredaran narkoba baik masyarakat maupun aparat akan di tindak tegas, kedepan petugas akan mengembangkan sistem deteksi dini dan daya tangkal pada peredaran dan penyalahgunaan narkoba dan meningkatkan sinergi para pemangku kepentingan.

(Nanik)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *