Polemik Pembebasan Lahan, Warga Desa Beru Lamongan akan Mengadu ke Pertamina Pusat

  • Whatsapp
Lokasi Proyek jalan yang jadi keluhan warga [ist]

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Adanya kegiatan proyek PT. Pertamina (persero) tepatnya di Desa Beru, Kecamatan Sarirejo, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur dikeluhkan oleh warga setempat masih yang bergulir dan berlanjut, Hingga saat ini belum menemukan titik terang dengan MoU (Memorandum Of Understanding) yang jelas kepada warga.

Pasalnya, warga melakukan protes karena belum ada kejelasan dan atau kurang transparan dari pihak PT. Pertamina dan para pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Desa melalui Kelompok Kerja (pokja) sebagai Tim work dalam pembebasan lahan Pertamina yang ditunjuk.

Bacaan Lainnya

Setelah adanya pemberitaan bahwa, “Pembangunan Jalan Pertamina pada JUT Dipertanyakan Warga di Lamongan” dan ” Proyek Pertamina Kurang Transparan, LSM Mengawal: Protes Warga di Lamongan”. Jum’at, (18/06/2021).

Kegiatan pekerjaan sementara dihentikan dan pihak PT. Pertamina melakukan klarifikasi by Email untuk menjawab konfirmasi pemberitaan ke redaksi RadarBangsa tersebut yang disampaikan oleh sdr. Sita dari Pertamina Call Center 135, dengan subject “Keluhan Masyarakat Lamongan”.

Disampaikan oleh Sita, “Ia mengucapkan terima kasih telah menghubungi layanan pelanggan Pertamina melalui Email poc135@pertamina.com.

Pertamina Call Center 135 yang akan membantu terkait keluhan yang disampaikan dan pihaknya menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami.

Terkait hal tersebut kata Sita, “Kami bantu koordinasikan kepada pihak yang bertanggung jawab dan mohon berkenan untuk melengkapi data datanya diantaranya nama pelapor sebagai Lapdu (laporan aduan), tanggal dan waktu kejadian serta nomor yang dapat dihubungi.

Ditambahkan oleh Sita, “Jika masih ada yang ingin ditanyakan, silakan bisa menyampaikan melalul Email kami poc135@pertamina.com atau menghubungi Layanan Pertamina Cal Center 135,” kata Sita.

Sementara, Saikhun bersama puluhan warga masyarakat setempat mengatakan, “Pihaknya sudah menerima penyampaian dari pihak PT. Pertamina melalui Sita Pertamina Call Center 135, dengan subject “Keluhan Masyarakat Lamongan”.

Saat ini ia bersama masyarakat yang lain melaksanakan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) yang nantinya dikirim sesuai permintaan dari klarifikasi pihak Pertamina Call Center 135.

Baik masyarakat pemilik lahan yang berhadapan dengan jalan usaha tani yang dibebaskan, juga pemilik lahan pertanian di lokasi titik kilang PT. Pertamina serta pemuda dan masyarakat yang menanyakan jalan sebagai bagian dari Aset Desa Beru.

Menurut keterangan warga pemenang tender proyek PT. Pertamina adalah  PT. Laser Jaya Sakti yang beralamat di Surabaya dengan nama Direktur dan atau Pimpro H. Mu’id, yang memenangkan tender dengan obyek kegiatan pembebasan lahan dan pekerjaan lanjutan.

Pihaknya meminta agar proyek Pertamina (persero) di Desa Beru Kecamatan Sarirejo Lamongan agar dilakukan kaji ulang sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur), baik prosedur tahapan pembebasan lahan PT. Pertamina dan seterusnya,” tandasnya.

Dalam hal ini baik perwakilan Pemerintah Desa serta Sekretaris Desa Beru Sulam yang diketahui warga yang dipercaya Kepala Desa Beru Hj.Khusni dalam mengendalikan kegiatan itu dan juga Pemerintah Kecamatan Camat Sarirejo Lamongan Harsono,SH,MM, saat dimintai keterangan oleh sejumlah wartawan diam seribu bahasa.

Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Pemkab Lamongan Achmad Edwyn Anedi, S.sos., MM., saat dimintai keterangan sebelumnya mengatakan, “Tadi malam saya tanya Camat Sarirejo terkait hal itu. Menurutnya, “Infonya pihak pertamina sudah pernah megumpulkan tokoh masyarakat pada 3 desa tersebut di Desa Canggah, dan kesepakatanya mereka menyetujui kegiatan dari PT. Pertamina tersebut.

Ketika ditanya soal kalau memang apa yang di sampaikan oleh Camat Sarirejo Harsono itu benar, kenapa masyarakat setempat masih menanyakan kejelasan adanya proyek pertamina yang ada di Desa Beru Sarirejo.

Alasan warga melakukan protes karena belum adanya sebuah kejelasan dan atau kurang transparan dari pihak PT. Pertamina dan para pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Desa melalui Kelompok Kerja (pokja) sebagai Tim work dalam pembebasan lahan Pertamina yang ditunjuk.

Achmad Edwyn Anedi menjelaskan, “Cuma sebatas itu bisa kami gali keteranganya dari Camat, dan saya juga belum mendapat info dari Dinas lain,” ujar Edwyn.

(Harun/Iful/Tio)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *