Polisi Tetapkan Sejumlah Tersangka, Hasil Penggerebekan Kantor Perusahaan Pinjol

Polisi saat menggerebek kantor pinjol

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Polisi menetapkan enam tersangka dari penggerebekan yang dilakukan di kantor perusahaan pinjaman online (pinjol) di di Ruko Sedayu Square Blok H 36, Cengkareng, Jakarta Barat.

Keenam tersangka itu merupakan bagian dari 56 pegawai yang sempat diamankan saat penggerebekan.

Bacaan Lainnya

“Kami tetapkan enam orang sebagai tersangka,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat Kompol Wisnu Wardana, Minggu (17/10/2021).

Dari Bandung dilaporkan, jajaran Polda Jabar menciduk 83 orang debt collector pinjaman online (pinjol) ilegal PT Indo Tekno Nusantara di Yogyakarta, Jumat (15/10/2021).

Mereka telah tiba di Polda Jawa Barat (Jabar) untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Diberitakan sebelumnya, Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Kepolisian Daerah Polda Jawa Barat bekerjasama Polda DIY menggerebek kantor pinjol ilegal, Kamis (14/10/2021) malam.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat Kompol Wisnu Wardana menggatakan, satu atau dua dari keenam tersangka yang ditangkap di Jakarta Barat, adalah supervisor perusahaan. Sisanya, merupakan penagih utang alias debt collector.

Wisnu menambahkan para tersangka bakal dijerat dengan Pasal 27 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Mereka terancam hukuman penjara paling lama 6 tahun penjara.

Sementara itu, kantor perusahaan pinjol Ilegal yang digerebek di Yogyakarta berada di sebuah ruko berlantai tiga di Jalan Prof Herman Yohanes, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pada penggerebekan itu polisi mengamankan satu menager, dua HRD dan 83 orang operator (debt collector online).

Polisi juga menyita 105 PC dan handphone dan beberapa barang yang diduga terkait dengan tindak pidana.

Beberapa waktu sebelumnya, Polda Jabar mendapat laporan dari seseorang yang menjadi korban pinjol.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar, Kombes Pol Arief Rahman mengungkapkan korban berinisial TM

“Yang bersangkutan dirawat di rumah sakit karena merasa depresi oleh tindakan penekanan yang tidak manusiawi dari pinjaman online,” kata Arief.

Bahkan, di Jawa Tengah, seorang ibu rumah tangga, WPS (38), warga Solomarto, Giriwoyo, Wonogiri, gantung diri di depan rumahnya, Sabtu (2/10/2021) akibat teror pinjol.

“Yang kami ungkap, ini nyangkut ke peristiwa yang di Wonogiri, Jawa Tengah,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Helmy Santika dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (15/10/2021).

Sindikat yang dibongkar itu, kata dia, berdomisili di Jakarta. Setidaknya, ada tujuh tersangka yang diringkus oleh penyidik Bareskrim dan bertugas sebagai operator desk collection.

Belakangan ini, polisi gencar melakukan penindakan hukum terhadap perusahaan pinjol ilegal yang telah banyak menelan korban.

Sejumlah lokasi yang ada di sekitar kawasan DKI Jakarta, DI Yogyakarta, hingga Pontianak, Kalimantan Barat digerebek polisi karena dipakai sebagai oleh perusahaan pinjol ilegal.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prasetyo juga meminta jajarannya tegas menyikapi pinjol ilegal yang meresahkan masyarakat.

Merespon banyaknya penyalahgunaan dan penyimpangan di ruang digital pinjol, otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah melakukan moratorium penerbitan izin perusahaan financial technology (fintech) pinjol.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *