Presiden Tindak Tegas Birokrasi Mulai Pemdes Hingga Pusat, Penyeleweng Bansos Dampak Covid-19

  • Whatsapp
Wahyudi Wakil Ketua Umum Pengamat Sosial Hukum Politik Indonesia (PSHPI), yang juga menjabat di Bidang Hukum & HAM Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB) dan Ketua P3BS

SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Wahyudi Wakil Ketua Umum Pengamat Sosial Hukum Politik Indonesia (PSHPI), yang juga menjabat di Bidang Hukum HAM Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB) dan Ketua P3BS, di jalan Brigjen Katamso, Kota Semarang-Provinsi Jawa Tengah. Kamis (30/04)

Wahyudi yang akrab di sapa Karebet,turut mengulas informasi dari Juru bicara Pemerintah Achmad Yurianto terkait perkembangan Covid-19, serta mengulas Penyampaian Presiden RI untuk seluruh Rakyat Indonesia,baik terkait Perhatian,Kepedulian dan Tindakan Tegas Presiden Ir.H.Joko Widodo Presiden terkait Covid-19.

Bacaan Lainnya

Seperti yang kita ketahui bersama,Untuk penanganan Covid-19,juru bicara Pemerintah Achmad Yurianto kembali memperbarui informasi perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia Rabu ,29 April 2020 sore.

Hingga kemaren ada penambahan 260 kasus baru Covid-19, penambahan ini terjadi 24 jam terakhir,yang dihitung sejak pukul 12.00 WIB,Selasa,28 April 2020, Hingga pukul 12.00 WIB, Rabu, 29 April 2020.

Dengan demikian,total ada 9.771 kasus positif Covid-19. Ujar Achmad Yurianto, dalam konferensi pers di Graha BNPB,Rabu sore.

Begitu pula Presiden Jokowi Berpesan,untuk seluruh rakyat Indonesia yang ada di berbagai Provinsi khususnya di Pedesaan di Kampung-Kampung dan di Pelosok-Pelosok,harus Bersatu Padu untuk membantu orang-orang yang sekarang ini banyak yang tidak mendapatkan bantuan dari Kepala Daerah Tegas Presiden Republik Indonesia Ir.H.Joko Widodo.

Saya banyak mendengar dan melihat tentang Orang-Orang yang tidak mendapatkan bantuan dari Kepala Daerah dengan alasan tidak ada data yang lengkap mengenai penduduknya.

Yang lebih memperihatinkan,saat Ini telah membuat saya kecewa kepada orang-orang yang sudah memanfaatkan situasi Covid-19,Seperti Ini malah tambah me Ngada-ada.

Dan Banyaknya Warga masyarakat yang tidak mendapatkan bantuan hanya gara-gara sebagian orang yang memanfaatkan hak orang lain.

Saya tahu dan saya mengetahui hal Ini pasti terjadi,makanya untuk rakyat yang tidak mampu yang tidak mendapatkan hak-hak kalian,harap gotong royong bersatu saling membantu agar orang yang telah menggunakan Sembako tidak di gunakan seenaknya.

Kalau tidak kebagian cepat melakukan tindakan,karena ini dari Pusat Pemerintah sudah jelas sekian Triliun untuk bantuan sudah di transfer ke Daerah masing-masing tandas Presiden.

Dan saya tidak mau lagi ada Dana untuk rakyat malah di bagikan ke orang-orang yang mampu saja,harus bisa di ratakan jangan hanya untuk orang orang terdekatnya.

“Ingat,mau itu RT Atau RW, Lurah, Bupati, Wali Kota,Gubernur ataupun terkait,Kalau ada yang terbukti menyalahgunakan Sembako dari Pemerintah Pusat maupun Dana Desa,untuk seluruh rakyat yang tidak mampu dan Bantuan-bantuan tidak di salurkan tepat sasaran, Saya Tegaskan Sekali Lagi,Akan Saya Hukum Seumur Hidup sesuai hukuman seperti para Koruptor tegasnya

“Kemaren,Saya banyak pengaduan dari rakyat yang ada di Desa-desa yang katanya Sembako dari Pemerintah Pusat nyampek ke RT/RW, Lurah ke balai desa tetapi banyak yang tidak mendapatkan, Justru malah banyak yang mendapatkan orang orang yang mampu, dan yang tidak mampu malah tidak mendapatkan tutur Presiden Jokowi.

“Saya tegaskan sekali lagi’untuk rakyat yang tidak mendapatkan bantuan harap segera melapor jangan takut-takut(tidak usah takut),Kalau kalian takut sendiri melapor boleh sesama yang tidak mendapatkan juga bersatu untuk melaporkan hal ini ke terkait,demi Kemanusiaan dan Pemerataan Seluruh Rakyat Indonesia.

“Jangan cuma bisanya teriak-teriak ini dan itu tapi nyali melapor saja tidak ada imbuh Presiden Jokowi.

“Sudah tau itu sudah melanggar hukum malah pada diam saja malah yang disalahkan terus menerus Pemerintah Pusat ini dan itu,padahal dari pemerintah pusat sudah jelas menggelontorkan dana dana buat pemerataan seluruh rakyat Indonesia,itu sudah disalurkan ke setiap propinsi dan bukan dana sedikit. pungkas Presiden Jokowi

Wahyudi menambahkan terkait semua penyampaian Presiden untuk seluruh Rakyat Indonesia,juga dapat kita temukan sumber berita terkait tersebut di beberapa sumber berita lainnya,juga dapat kita peroleh sumber berita tersebut di Bersatu Kita Bisa,Kami Bersama PresidenJokowi Tangkap Korupsi Bansos Covid19,serta Bisa juga dilaporkan ke pihak kepolisian terdekat atau melalui no WA 08111022210, aduan bansos Covid-19, imbuh Wahyudi. (Oki/Agus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *