Presidium PMCK : Pemekaran Cianjur Selatan Berangkat dari Akar Rumput atas Dasar Kebutuhan

Photo pernyataan sikap Paguyuban Masyarakat Cianjur Kidul (PMCK) terhadap pemekaran Cianjur Selatan menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) bersama Pansus I DPRD Provinsi Jawa Barat (IST)

CIANJUR, RadarBangsa.co.id – Gelora pemekaran Kabupaten Cianjur Selatan kembali disuarakan oleh Ketua Presidium Paguyuban Masyarakat Cianjur Kidul (PMCK) Ceng Badri di depan Panitia Khusus I (PANSUS I) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat saat melakukan kunjungan kerja klarifikasi usulan dokumen Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB) Kabupaten Cianjur Selatan.

Beliau memaparkan history keseriusan perjalanan, unak dan duri perjuangan presidium dalam mewujudkan pemekaran Cianjur Selatan sehingga benar-benar terwujud depenitif.

Bacaan Lainnya

Pantauan langsung Jurnalis RadarBangsa.co.id di zona pertemuan tampak hadir, Bupati Cianjur yang diwakili Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda) Arif Gunawan bersama sejumlah OPD, sejumlah anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang tergabung dalam PANSUS I, Camat bersama Forkopimca Sindangbarang diantaranya Kapolsek bersama sejumlah personil, Koramil dan Satpol PP dan Damkar, sejumlah kepala desa dari wilayah 5 Cianjur Selatan, tokoh-tokoh masyarakat, baik paguyuban, agama, presedium PMCK bersama anggota, dan sejumlah jurnalis di pelataran kantor desa Mekarlaksana Kecamatan Sindangbarang, Titik Calon Ibukota Cianjur Selatan, Rabu (06/04/2022).

Ceng Badri menyampaikan sambutannya dihadapan peserta PANSUS I DPRD Provinsi Jawa Barat; Sampai hari ini kurang lebih 13 tahun, namun jauh-jauh kebelakang sekitaran tahun 1985 letupan-letupan keinginan untuk Cianjur Selatan menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) itu sudah sangat lama didambakan.

Apasih yang memotivasi kami sehingga Cianjur Selatan menghendaki seperti itu? Tentu saja kita tidak berfikir sederhana hanya ingin berdiri sebuah kabupaten dan memiliki pemerintahan. Yang menjadikan kami bersemangat dan tidak pernah putus semangat dan tidak pernah putus harapan, bahwa pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) itu menjadi sebuah solusi dan satu-satunya solusi bagi kami.

Ketika kita lihat bagaimana dari sisi rentang kendali kabupaten Cianjur di Cianjur, pusat pemerintahan ada disana, dan masyarakat menyebar luas sampai disini, bahkan sampai di perbatasan Australi barangkali. Kami sangat mendambakan, mengharapkan, bagaimana Cianjur Selatan menjadi daerah mandiri.

Kami menyadari bahwa daerah kabupaten Cianjur terlalu luas, bukan pemerintah yang tidak sayang, bukan bupati yang tidak perhatian terhadap kami, akan tetapi walau bagaimanapun kemampuan keuangan atau anggaran pemerintah daerah yang tidak mampu mencukupi kebutuhan kami. Maka kami pilih “pembentukan daerah otonomi baru” adalah sebuah solusi.

Disini kita butuhkan fasilitas yang sangat luar biasa, faktor kesehatan menjadi sangat urgensi sekali, walaupun sudah ada rumah sakit seperti di Pagelaran tapi belum bisa memenuhi kebutuhan kami. Belum bisa memorestasikan apa yang kami butuhkan, tetap saja kebutuhan masyarakat ketika tidak mampu pasilitas kesehatan melayani kebutuhan medis masyarakat maka dirujuk ke Cianjur atau ke Bandung.

Dengan hadirnya pemerintahan disini paling tidak pasilitas dasar pendidikan mulai dari tingkat bawah sampai tingkat tinggi ada disini, dengan kondisi yang resentatif kedepan. Fasilitas kesehatan diharapkan di Sindangbarang ada, rumah sakit yang berskala dengan klas yang lebih memadai. Kami berharap, tidak menunggu dulu kabupaten ini sampai mekar baru pasilitas itu ada, namun yang kami inginkan dalam persiapan itu betul-betul pasilitas itu sudah siap. Faktor ekonomi juga sama, fasilitas infrastruktur sangat urgen sekali mendukung pertumbuhan ekonomi di Cianjur Selatan tumbuh dengan pesat dan baik.

Potensi Sumber Daya Alam (SDA) di Cianjur Selatan kami sangat siap. Cianjur Selatan memiliki 75 kilometer terbentang, ini adalah salah satu potensi siap dikembangkan dan dapat menjawab apa yang Cianjur Selatan butuhkan, dan masih banyak SDA lainnya yang masih bisa dikelola dengan baik, yang selama ini belum dapat diperhatikan oleh pemerintah dan belum menjadi apa-apa juga belum dirasakan oleh masyarakat Cianjur Selatan.

Sumber Daya Manusia (SDM) Insyaa Allah. Warga Cianjur Selatan banyak berbondong-bondong sekolah ke kota, dan tidak sedikit para pejabat ditingkat kabupaten pada hari ini, provinsi, sampai ke tingkat pusat berasal dari Cianjur Selatan, pada saatnya Insyaa Allah mereka akan pulang kesini, ketika itu Cianjur Selatan sudah siap.

Pada hari ini kami presedium PMCK ingin menumpahkan secara keseluruhan kepada pansus, tidak ada sesuatu yang diragukan, ini bukan pesan politik kelompok tertentu, keinginan pemekaran betul-betul berasal dari akar rumput, bukan keinginan sekelompok masyarakat tertentu, kepentingan politik tertentu, atau keinginan para pengusaha tertentu, makanya kami prasedium, para pejuang ini SKTM semua. Jadi bukan orang-orang yang mampu dimana ada bandar, tidak ada. Bahkan presedium ini berusaha menghindari bandar-bandar tersebut, karena kami tidak mau menanggung pesanan-pesanan. Lebih baik kami jalan apa adanya, dan apa yang mampu kami lakukan kami jalani, berangkat kemanapun bermodalkan apa yang ada di kantong kami masing-masing. Terangnya

Selanjutnya Ceng Badri menabahkan, terkadang mau berangkat kemana-mana, jual kudik, jual ayam, untuk membiayai ini, karena tujuannya murni untuk kepentingan masyarakat Cianjur Selatan berangkat dari akar rumput atas dasar kebutuhan, bukan atas dasar keinginan orang perorang atau kelompok tertentu. Kepada pansus kami sampaikan, kami siap berjuang untuk pemekaran kabupaten Cianjur Selatan.

Camat kecamata Sindangbarang lebih menguatkan lagi; Keinginan masyarakat Cianjur Selatan ini adalah pemekaran, kita berharap dapat dibimbing atau dibina oleh provinsi sehingga apa-apa yang diharapkan oleh masyarakat Cianjur Selatan ini bisa gol atau terwujud.

Untuk Ibukota Kabupaten Cianjur Selatan Pemda telah mempersiapkan lahan seluas 40 Hektar dan bisa disurve langsung, eksposnya. Camat juga menyuarakan kondisi infrastruktur jalan dari Cibeber ke Sindangbarang. Sarana kesehatan yang tidak memadai serta fasilitas yang sudah ada agar dapat diaktifkan.

Bupati Cianjur diwakili oleh Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Arif Gunawan menyampaikan; “Bagaimana Cianjur kedepan lebih baik dari hari ini. Itulah upaya pemerintah, bukan lantas Cianjur kurang bagus hari ini kebelakang. Kami pemerintahan akan selalu mensuport selama perbaikan kemaslahatan untuk ummat mengapa tidak kami lakukan.

Dan bupati H. Herman Suherman sendiri menyampaikan bahwa; “Sebagai bukti dukungan penuh saya terhadap pemekaran Cianjur Selatan, saya akan menganggarkan setiap tahunnya Rp 177 Milyar untuk persiapan pemekaran Cianjur Selatan selama 3 tahun kedepan. Mohon doanya agar Kabupaten Cianjur Selatan segera teralisasi.

Sadar Muslihat, Ketua Pansus I DPRD Provinsi Jawa Barat menyampaikan; Kendati masih moratorium (penundaan), DPRD bersama Gubernur bersepakat untuk menindaklanjuti apa yang telah diajukan oleh kabupaten yang mengharapkan adanya pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) ini. Kita periksa ulang kelengkapan dokumen yang harus dipenuhi.

Penilaian pansus sendiri CDPOB Cianjur Selatan hampir memenuhi, salah satunya minimal sudah tersedia lahan cadangan sebagai Calon Ibukota Kabupaten. Kedua dari mitigasi bencana sudah bebas sunami, bebas gempa bumi, dari hidrologi tersedia cukup air untuk kehidupan di kota baru ini. Tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.