Prihatin Covid-19, JPKP Sumenep Sampaikan Seruan Kepulauan untuk Ibu Gubernur Jatim

  • Whatsapp
Tim Satgas Covid-19 Kecamatan Gayam Pulau Sepudi, Sumenep Jawa Timur.

SUMENEP, RadarBangsa.co.id – Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (JPKP) DPD Sumenep, menyerukan rasa prihatin dan khawatir dengan minimnya alat pelindung diri (APD) yang digunakan oleh tim gabungan (Satgas Covid-19) yang bertugas di kepulauan Kabupaten Sumenep Jawa Timur.

Pada masa merebahnya penyeberan Covid-19 saat ini, APD yang digunakan oleh Satgas Covid-19 (Polri, TNI, Nakes) di kepulauan Kangean, Sapudi, Masalembu, dan Giligenting dan pulau Talango sangat minim, padahal yang mereka lakukan sangat berisiko, karena pemudik atau penumpang banyak yang datang dari Daerah zona merah seperti Jakarta, Banten, Jawa Tengah bahkan ada yang datang dari luar Negeri (Malaysia). Sabtu, (04/04/2020).

Bacaan Lainnya

Agus Junaidi, Ketua JPKP DPD Sumenep, kepada media ini menyampaikan bahwa, keadaan saat ini semakin memprihatinkan terkait dengan penanganan penyebaran virus corona khusunya di kepulauan Kabupaten Sumenep. Sekalipun tim Satgas Covid-19 di setiap Kecamatan tetap bersemangat dalam bertugas, namun keamanan dan keselamatan mereka akan semakin berisiko karena tidak memiliki alat pelindung diri (APD) yang memadai.

“Atas nama masyarakat kepulauan, dan masyarakat Sumenep pada umumnya, saya ingin menyuarakan hal ini kepada Ibu Khofifah, Gubernur Jatim agar tim Satgas Covid-19 dan masyarakat yang ada di kepulauan Kabupaten Sumenep, juga mendapatkan alokasi APD seperti halnya yang diberikan pada tenaga medis atau perawat di beberapa rumah sakit yang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan pasien Covid-19 oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” harap Agus panggilan akrab ketua LPKP Sumenep.

Lebih Lanjut Agus menyampaikan bahwa dirinya sudah melanyangkan seruan berupa Surat Terbuka ditujukan kepada Ibu Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim, melalui akun istagram “agus_shurdi dan Agus Junaidi”, yang berisi penyampaian kondisi dilapangan terkait penanggulangan Covid-19 di kepulauan Kabupaten Sumenep.

“Dari apa yang kami lihat dilapangan ketika tim gabungan melakukan pendataan atas kedatangan penumpang dipelabuhan, petugas dilapangan sangat minim akan APD atau alat pilindung diri, tidak adanya pengecekan suhu badan dengan thermometer (red/Gun) dikarenakan mereka tidak memiliki alat tersebut. Sangatlah aneh jika dalam kondisi seperti ini mereka tidak dibekali alat semacam tersebut,” seruannya di akun istagram agus_shurdi.

Masih kata Agus Junaidi on istagram, Padahal apa yang mereka lakukan sangat berisiko, karena pemudik atau penumpang banyak yang datang dari Daerah zona merah seperti Jakarta, Banten dan Jawa Tengah bahkan ada yang datang dari Malaysia. Oleh karena itu kami mohon kepada Ibu Gubernur Jatim untuk segera mengirim APD seperti masker dan Thermometer Gun, untuk diberikan kepada petugas gabungan (tim Satgas Covid-19) dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, di sejumlah Kecamatan yang ada di kepulauan Kabupaten Sumenep.

“Jangan jadikan petugas kesehatan, TNI dan Polri sebagai “Bumper” hidup dalam menjalankan tugasnya. Saya harap masyarakat Sumenep harus tetap meningkatkan kewapadaan dengan merebaknya Covid-19 di Kabupaten Sumenep, kita tidak ingin seperti “Fenomina Gunung Es” yakni dipermukaan tampak kecil, tapi pada bagian dalamnya sangat besar,” pungkasnya.

Penelusuran media ini, berdasarkan peta sebaran Covid-19 se Kabupaten Sumenep per tanggal 3 April 2020 pukul 07.00 Wib, data dari laman resmi Kominfo Kabupaten Sumenep, sebagai berikut.

– Orang Tampa Gejala (OTG) berjumlah 11.335 orang,

– Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 50 orang,

– ODP lebih dari 14 hari selesai pemantauan sehat tampa gejala, berjumlah 40 orang,

– Pasien Dalam Pengawasan (PDP), berjumlah 0 (Nol),

– Pasien Terkonfirmasi Positif, berjumlah 0 (Nol).

Penelusuran media ini, melalui akun “Facebook” Khofifah Indar Parawansa, bahwa telah menerima bantuam dari Kemenko Maritim dan Investasi @kememkomarves, Jum’at, (3/4). Bantuan berupa 9.500 unit APD lengkap bagi perawat dan dokter, Swab Kit berjumlah 5000 unit, Masker N95 berjumlah 2.500, Masker untuk umum berjumlah 75.000, serta sarung tangan medis 3.000 unit. Sebelumnya, Perprov Jatim juga menerima bantuan 1000 liter handsanitizer dari PTPN XI.

“Terima kasih atas kegotong royongan dalam menghadapi Covid-19 Jatim. Bantuan ini akan segera di distribusikan ke 75 rumah sakit rujukan yang telah ditunjuk untuk penanganan Covid-19 di Jatim. Do’a kita semua, mudah-mudahan badai Covid-19 segera berlalu, Aamin,” ucap Khofifah Indar Parawansa. (ONG)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *