Program Batuan BBWS di Tujuh Desa Kecamatan Wringinanom Gresik, Diduga Dijadikan Ajang Pungli Oknum

Pekerja yang mengunakan diduga pasir lempung (Dok Foto Yudi)

GRESIK, RadarBangsa.co.id – Program pemerintah guna pemerataan pembangunan melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) yang dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang di salurkan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) diduga dijadikan ajang pungli oknum yang mengaku petugas partai.

Perbaikan infrastruktur Desa yang masuk wilayah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) menjadi Bancaan Oknum yang tidak bertanggung jawab, pasalnya pekerjaan yang seharusnya di kerjakan secara padat karya tunai (PKT) atau swaklola ini di kerjakan secara kontraktual oleh oknum yang mengatasnamakan petugas Partai tertentu.

Bacaan Lainnya

Dari 7 (Tujuh) Desa di kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, yang mendapatkan program ‘P3TGAI’, anak sungai Bali Besar wilayah Sungai Brantas diantaranya Desa Kepuhklagen, Kedunganyar Kesambenkulon, Sumengko, Sumberwaru Kecamatan Wringinanom harus gigitjari pasalnya pokmas yang mendapat program bantuan dari pemerintah Propinsi (Pemprop) hanya bisa gigit jari karena pekerjaannya di lakukan oleh orang yang mengatasnamakan petugas Partai.

Kelompok masyarakat (Pokmas) himpunan petani pengguna air (Hippa) yang enggan namanya di publikasikan, merasa kecewa karena dengan anggaran Rp 195.000.000 per kelompok seharusnya pekerjaan proyek Drainase bisa jauh lebih baik dari apa yang di kerjakan sekarang tolong sampean lihat mas (red_) masak pasir yang di pakai sertu terus lantai kerjanya juga tidak ada dan semennya dikasih asal – asalan, masak bikin tembok penahan tanah air sungainya banyak tanpa di kuras dulu itu perkiraan saya Ndak sampai 1 tahun sudah ambrol mas sebenarnya pinginnya di kerjakan kelompok tapi ya bagaimana lagi wong uang cair langsung di minta oleh oknum yang petugas partai itu, dan penerimah hanya kasih sedikit buat ucapan terimakasih saja “terangnya

Sementara Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Haeruddin C Maddi di Surabaya, dalam keterangan pers nya mengatakan P3TGAI merupakan kegiatan Program Padat Karya Tunai (PKT) 2022, tujuannya membangun saluran tersier Irigasi dengan memanfaatkan potensi lokal atau masyarakat setempat dengan luasan lahan yang dialiri maksimal 150 hektare (HA).

Pelaksanaannya, kata dia Hairuddin c maddi red_, akan melibatkan masyarakat petani yang tergabung dalam Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA).

Dari pantauan awak media RadarBangsa.co.id pada tanggal (28/05/2022), melihat secara langsung proses pengerjaan proyek yang sedang dalam proses pengerjaan di lakukan secara asal-asalan dan tidak sesuai dengan standard yang di isyaratkan.

Sementara itu Catur Dadang Raharjo anggota Komisi II DPRD kabupaten Gresik saat di konfirmasi oleh awak media (06/06/2022) membenarkan proyek program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) yang ada di 7 Desa di wilayah Kecamatan Wringinanom adalah berkat usahanya, terkait yang mengerjakan proyek adalah timnya.terangnya

Disentil terkait peroyek tersebut, Dadang tidak menjawab, karena beliaunya tidak pernah lihat ke lokasi proyek, terkait informasi bahwa timnya yang mengerjakan proyek secara keseluruhan menjawab dia Dadang_ hanya selaku pendamping proyek yang selama ini ia usahakan dan perihal potongan 25% juga saya tidak tau apa – apa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.