PSBB di Pasaman mulai Berlaku

  • Whatsapp
Petugas di Posko Perbatasan

PASAMAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Sumatra Barat akhirnya memutuskan untuk mengunci Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) semua akses keluar dan masuk orang, dari dan ke luar Sumatra Barat, demi menghentikan penularan virus corona Covid-19.

Kebijakan ini mulai berlaku sejak hari jum’at (24/4/2020). Atas keputusan ini, Gubernur Sumbar Prof. DR. H. Irwan Prayitno mengimbau agar masyarakat membatalkan rencana jika ingin mudik ke Sumbar.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut di sampaikan oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Posko Terpadu perbatasan Sumbar dengan Sumut di hadapan Petugas Gugus Percepatan Penanganan Virus Corona Kabupaten Pasaman Drs. H. Mara Ondak, di dampingi sejumlah personil lainnya.

Dan pada kesempatan itu Gubernur Irwan Prayitno menyerahkan paket buka puasa bagi personil piket di perbatasan itu sekaligus memantau secara langsung kesibukan keluar masuknya kendaraan ke sumbar melalui perbatasan itu.

“Mulai hari ini, Jum’at (24/4) Posko perbatasan akan dijaga oleh aparat Kepolisian dan TNI. Semua perbatasan ditutup buat kendaraan masuk maupun keluar,” sebut Irwan saat meninjau Posko Terpadu Gugus Tugas di Perbatasan (Sumbar-Sumut) Kabupaten Pasaman, di Palongan Dua Kecamatan Rao, Jum’at (24/4/2020).

Gubernur menjelaskan, landasan hukum penutupan wilayah tersebut sesuai Permenhub RI Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam Masa Mudik Lebaran Tahun 2020. Ia menyampaikan, bagi pengendara yang nekat tetap masuk atau keluar Sumbar akan disuruh putar balik.

“Saudara kita yang ada diperantauan ingin pulang mudik, lebih baik membatalkan niatnya. Daripada nanti di perbatasan disuruh kembali,” ujarnya.

Permenhub RI Nomor 25 diterapkan sejak Jumat 24 April hingga 31 Mei 2020 mendatang. Aturan ini bisa diperpanjang tergantung kebijakan dari pusat. Sementara pelaksanaan tugas ini dilakukan oleh polisi dan TNI.

“Sarana transportasi darat yang dilarang ialah kendaraan bermotor umum, dengan jenis mobil bus dan mobil penumpang. Kemudian kendaraan bermotor perseorangan, dengan jenis mobil penumpang, mobil bus, sepeda motor, kapal angkutan penyeberangan, kapal angkutan sungai dan danau,” terangnya. (Afzal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *