PT BEI, Berikan Bantuan Mama-mama Papua

  • Whatsapp

PAPUA BARAT,RadarBangsa.co.id – PT Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Papua bekerjasama dengan para insan pasar modal di Tanah Papua mengadakan bakti sosial berupa pembagian paket sembako kepada mama-mama pedagang di Pasar Mama Papua, Selasa (30/6/2020). Pemberian sembako ini sebagai bentuk sentuhan kasih dari Bursa Efek terkhusus kepada mama pedagang.

Kepala Kantor BEI Perwakilan Papua, Kresna A. Payokwa dalam rilis yang diterima redaksi siang ini menjelaskan kegiatan ini merupakan bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bursa Efek Indonesia terhadap kalangan masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat pandemik covid 19 ini.

Bacaan Lainnya

“Beberapa waktu yang lalu PT Bursa Efek Indonesia telah melakukan penggalangan dana secara sukarela bagi seluruh karyawan untuk dapat disalurkan dalam bentuk bantuan kepada mereka yang membutuhkan,”terangnya

Lanjutnya di kegiatan ini pihaknya memberikan bantuan paket sembako berisi beras, gula, minyak goreng, mie instan, hand sanitazer, dan masker sebanyak 100 paket tersebut.

“Dengan kegiatan seperti ini walaupun tidak banyak yang dapat kami berikan, namun dapat membangun rasa persaudaraan dan solidaritas sebagai anak-anak bangsa yang hidup dan berkarya di atas tanah ini, khususnya di kota Jayapura,”harapnya.

Untuk itu pihaknya juga melibatkan insan pasar modal, baik dari para investor, Anggota Bursa, bahkan pengurus Galeri Investasi BEI dari Universitas Yapis Papua juga diajak untuk terlibat. Mulai dari tahap persiapan sampai pelaksanaan kegiatan ini.

Lebih jauh dijelaskannya langkah ini diambil sebagai upaya mencegah penularan kasus positif covid 19. Dimana sejak awal April 2020 pemerintah telah melakukan kebijakan pembatasan sosial.

Namun seperti halnya di daerah lain, pemberlakukan kebijakan ini memiliki dampak terhadap perekonomian masyarakat Papua dimana salah satu elemen yang cukup terdampak adalah para “mama-mama” pedagang di Pasar Mama-Mama Papua yang kesehariannya berjualan sayur mayur, buah, ikan, ternak, dan hasil bumi lainnya.

Setelah diberlakukannya pembatasan sosial pendapatan mereka berkurang drastis karena pengunjung pasar yang menurun.

(Rahakbauw Erwin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *