Pulang Kunker, 30 Anggota DPRD Kota Pasuruan dan 6 Stafnya Menjalani Cek Kesehatan

  • Whatsapp
30 anggota DPRD Kota Pasuruan dan 6 menjalani cek kesehatan di ruang lobby kantor DPRD Kota Pasuruan pada Sabtu (21/3)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Guna mencegah masuknya penyebaran virus corona atau covid-19 (novel coronavirus) pasca Kunjungan Kerja (Kunker) ke daerah lain, sebanyak 30 anggota DPRD Kota Pasuruan dan 6 menjalani cek kesehatan di ruang lobby kantor DPRD Kota Pasuruan pada Sabtu (21/3) sekira pukul mulai 10.00 wib.

Dimana dari proses cek kesehatan yang dilakukan oleh tim medis dari Puskesmas Kandangsapi, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, satu persatu para anggota DPRD dan juga stafnya tersebut menjalani sejumlah pemeriksaan secara medis mulai dari tingkat suhu tubuh, gejala batuk, pilek dan demam.

Read More

Setelah menjalani proses pemeriksaan secara inten oleh tim medis, bersyukur sebanyak 30 anggota DPRD dan 6 staf yang pulang dari Kunker ke wilayah Jawa Tengah tersebut dinyatakan aman dari gejala penularan virus corona.

“Hari ini kita mengecek kesehatan mulai dari suhu tubuh, gejala batuk, pilek dan demam semua dalam kondisi aman. Untuk rata-rata suhunya antara 34 hingga 35 derajat”. Kata ketua tim medis Puskesmas Kandangsapi, Dokter Spesialis Umum Ahmad Shohib.

Meski demikian dan sebagai upaya pencegahan lanjutan, selanjutnya pihak medis akan terus memantau perkembangan terkait kesehatan para anggota DPRD selama 14 hari kedepan. Yang mana dalam istilah penanganan Orang Dalam Resiko (ODR), karena habis bepergian dari daerah lain.

Apabila sepanjang waktu 14 hari menunjukkan adanya gejala batuk, flu dan demam, dari ODR maka akan ditingkatkan menjadi Orang Dalam Pengawasan (ODP) oleh tim medis dan mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Melalui nomor kontak kita akan terus kita pantau selama empat belas hari kedepan, yang terhitung dari sekarang terkait perkembangan kesehatan. Dan apabila nantinya ada gejala batuk disertai pilek dan demam yang tak kunjung sembuh, maka dinaikkan dari status ODR ke ODP dan tidak nggak boleh kemana-mana sembari ada penanganan lebih lanjut”. Imbuh Dokter Ahmad Shohib.

Kaitan dengan Kunker kali ini, dimana seluruh anggota DPRD Kota Pasuruan yang terdiri dari 3 komisi yakni komisi l bidang Pemerintahan, komisi ll bidang perekonomian dan komisi lll bidang pembangunan dalam kerja samanya membawa masing-masing tema dan wilayah yang berbeda.

Salah satunya seperti yang dibahas oleh komisi l DPRD Kota Pasuruan diwilayah Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Semarang, yakni mengenai penyelenggara keolahragaan termasuk pembahasan mengenai penanganan virus corona itu sendiri.

“Selain kita membahas sulitnya anggaran olahraga yang non prestasi, diluar agenda kita juga menanyakan terkait penanganan dan anggarannya untuk pencegahan virus corona hampir sama. Karena mereka belum KLB, jadi anggaran rutin yang ada di geser-geser gitu”. Ujar Koordinator komisi l DPRD Kota Pasuruan, Farid Misbah.

Dirinya juga menyampaikan, bahwasanya berdasarkan situasi dan kondisi terkait aktivitas kehidupan masyarakat khususnya yang ada diwilayah Kabupaten Boyolali dan Semarang disaat menanggapi adanya wabah virus corona dimana-mana tetap dalam kondisi normal dan tenang.

“Saya sampaikan untuk kehidupan masyarakat disana masih normal, kondisi mall banyak orangnya, alun-alun dan warung kalau malam juga ramai tidak menakutkan seperti yang sepi dan hening tidak. Intinya takut berlebihan nggak boleh, tapi hati-hati wajib”. Pungkasnya Farid Misbah. (Ank/Ek)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *