Pulau Jawa Diguncang Dua Gempa Bumi, Tidak Berpontensi Tsunami

  • Whatsapp

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Dua gempa bumi mengguncang wilayah selatan Pulau Jawa, Jumat (22/10/2021) pagi.

Pertama, di sekitar Kabupaten Malang, Jawa Timur. Lalu di kaawasan Gunung Kidul, Yogyakarta.

Bacaan Lainnya

Gempa berkekuatan 4.8 dan 5.3 pada Skala Richter itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan bahwa gempa yang terjadi di Malang pada Jumat (22/10/2021) pagi bukanlah gempa megathrust.

Megathrust adalah gempa bumi berdorongan besar, terjadi pada zona subduksi di batas lempeng konvergen destruktif, di mana satu lempeng tektonik tertekan di bawah lempeng yang lain.

Gempa ini adalah gempa bumi interlempeng yang paling kuat di planet ini, dengan besaran momen yang dapat melebihi 9,0.

Sepanjang sisi selatan Indonesia, membujur dari ujung barat Sumatera samai Jawa, Bali, NTB, NTT, Maluku, dan Papua adalah itik temu lempengan kerak bumi. Sepanjang wilayah ini sangat rawan potensi gempa.

Potensi tsunami mengancam daerah selatan pesisir Pulau Jawa dan sekitarnya.

Berdasarkan pemodelan, tsunami di selatan Jawa efeknya bisa sampai ke pesisir Jakarta dan sekitarnya meski kawasan ibu kota jauh di bagian utara.

Kepala Laboratorium Geodesi Institut Teknologi Bandung (ITB) Heri Andreas menyampaikan, berdasarkan data Global Navigation Satellite System (GNSS), dikonfirmasi adanya akumulasi energi di bagian megathrust Selat Sunda hingga pesisir selatan Pulau Jawa.

Seperti Pelabuhan Ratu dan selatan Parangtritis hingga selatan Pantai Jawa Timur.

Berdasarkan hasil pemodelan, jika gempa terjadi dengan kekuatan mencapai magnitudo (M) 8,7 hingga 9,0, bisa jadi diikuti tsunami setinggi 20 meter.

Fakta yang terjadi saat ini, menurutnya, pesisir Jakarta wilayahnya sudah ada di bawah laut hingga minus 1-2 meter. Ini artinya potensi tsunami akan lebih besar.

“Berdasarkan hasil simulasi model, run-up tsunami dapat mencapai sebagian besar Pluit, Ancol, Gunung Sahari, Kota Tua hingga Gajah Mada. Kalau kita perhatikan modelnya ternyata nyaris menyentuh Istana,” ujar Heri dalam keterangan tertulis, Jumat (22/10/2021).

Berdasarkan pemodelan ini, menurut dia, peran tanggul pantai di laut Jakarta sangat penting. Tidak hanya berfungsi mencegah Banjir rob, tapi juga melindungi Jakarta dari ancaman tsunami.

“Fakta ini mau tidak mau harus diungkap, meskipun terkesan menakut-nakuti,” katanya.

Heri mengajak agar menyikapi hal ini dengan bijak dan waspada. Menurutnya gempa bumi dan tsunami merupakan bencana alam yang hampir tidak mungkin bisa dicegah.

Beberapa waktu lalu, ada prediksi potensi gempa besar dan tsunami raksasa setinggi 29 meter di wilayah pantai selatan Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur.

Ramai juga soal prediksi gempa dan tsunami di pesisir Jawa hingga Selat Sunda oleh Tim ITB setinggi 20 meter.

Melihat berbagai potensi tsunami ini, apakah kejadian ini bisa diprediksi?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan hingga saat ini belum ada teknologi yang bisa memprediksi gempa dengan tepat dan akurat.

Termasuk meramalkan waktu, tempat dan kekuatan gempa tersebut, sehingga BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempa bumi.

Pihak BMKG menjelaskan, Indonesia merupakan wilayah aktif dan rawan gempa bumi. Indonesia punya potensi bencana gempa yang bisa terjadi kapan saja dengan berbagai kekuatan.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *