PWI Kediri Peringati HPN 2021 dengan Revitalisasi Mata Air & Reboisasi

  • Whatsapp
Foto bersama seusai penanaman pohon (foto : Fatkhul - RadarBangsa.co.id)

KEDIRI, RadarBangsa.co.id – Sebanyak tiga ribu lebih pohon ditanam oleh PWI Kediri dalam kegiatan reboisasi dan revitalisasi mata air Gunung Klotok, Minggu, 28 Februari 2021. Hal ini dilakukan sebagai rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021, dan bentuk kepedulian para jurnalis di Kota Tahu atas banyaknya bencana alam seperti banjir dan longsor yang disebabkan oleh hutan gundul.

Dalam kegiatan ini, PWI Kediri menggandeng Forkopimda Kabupaten dan Kota Kediri, dan Relawan Pecinta alam yang tergabung dalam Aliansi Relawan Peduli Lingkungan Hidup (ARPLH) Kediri, dan Perum Perhutani KPH Kediri.

Hadir dalam kegiatan ini di antaranya, Komandan Brigif 16/Wirayudha, Letkol Infanteri Endra Saputra Kusuma, Komandan Kodim 0809/Kediri, Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno, SE., M.Si, Adm Perhutani, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, SE yang diwakili Camat Mojoroto, Bambang Tri Lasmono, A.Md.LLAJ., SE, Kapolres Kediri Kota, AKBP Eko Prasetyo, Kajari Kota Kediri, Sofyan Selle, SH., MH, Ketua PN, Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Dodi Purwanto, perwakilan dri Bank Indonesia, Komisaris PT. Gudang Garam Tbk, Slamet Budiono, Pengasuh Ponpes Lirboyo, Gus Yusuf, dan Dai kondang, Gus Gendeng.

Ketua Panitia HPN 2021 PWI Kediri, Munjidul Ibat didampingi Koordinator kegiatan, Muji Harjita dikonfirmasi mengatakan, aksi penanaman ribuan pohon tersebut sebagai antisipasi agar tidak terjadi tanah longsor dan banjir, mengingat kawasan Gunung Klotok berada di sebelah timur Gunung Wilis.

Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. “Alhamdulillah dari rencana penanaman seribu pohon, ternyata mendapat dukungan dari berbagai pihak, sehingga pohon yang kita taman mencapai tiga ribu lebih,” katanya.

Hal serupa juga diungkapkan Ketua PWI Kediri, Mega Wulandari dalam sambutannya mengatakan, dalam peringatan HPN Tahun 2021 di tengah pandemi yang luar biasa, PWI mencoba menggugah semangat masyarakat yang sempat melemah akibat pandemi, karena hidup harus terus berjalan, sehingga tidak boleh lemah.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya PT. Gudang Garam Tbk, dan komunitas pecinta pelestari lingkungan, Perhutani, serta semua pihak yang telah memberikan support pada kegiatan ini,” katanya.

Menurut Mega, PWI yang menjadi organisasi para jurnalis ini selalu berusaha untuk bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada masyarakat. “Kami mohon do’a restu kepada seluruh elemen masyarakat agar kedepan PWI bisa lebih meningkatkan profesionalismenya bisa semakin bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Koordinator ARPLH Kediri, dr. Ari Purnomo Adi, dalam sambutannya mengatakan, kondisi alam saat ini banyak yang mengalami kerusakan, namun belum terlambat untuk sedikit berperan mencegah kerusakan agar tidak lebih parah lagi.

“Wilayah Kediri ini secara geografis ancaman atau bahaya bencana alam cukup besar, karena di sebelah barat ada Pegunungan Wilis, di timur ada Gunung Kelud, di utara ada Pegunungan Anjasmara, dan di tengah-tengah ada Sungai Brantas, Serinjing dan Kali Kunto. Kalau kita tidak bisa meminit dengan baik, maka akan menjadi sebuah ancaman yang bukan hanya merenggut harta benda saja, tetapi juga nyawa,” ujar dr. Ari.

Menurutnya, pihaknya bersama aliansi relawan tidak dalam posisi cukup bersedih atau marah dan menghujat para pemimpin, tetapi lebih memilih untuk bekerjasama dengan siapapun juga dalam menjaga lingkungan.

“Aliansi relawan ini semuanya mempunyai skill dalam melestarikan lingkungan. Kami suka memberi bukan meminta. Jadi kami sangat senang kalau diajak pada kegiatan pelestarian alam seperti ini. Dan kami juga mempunyai stock tanaman yang sangat banyak,” tegas dr. Ari sambil memperkenalkan beberapa komunitas yang ikut bersamanya.

Ditambahkan dr. Ari, beberapa waktu lalu pihaknya juga telah menitipkan naskah akademik draf usulan Raperda Tentang Pengelolaan dan Perlindungan Mata Air kepada Ketua Fraksi Partai NasDem, Drs. H. Lutfi Mahmudiono, yang juga Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kediri, ketika beliau melakukan Reses di Desa Tunge, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Kamis (11/2) malam.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Dodi Purwanto, dikonfirmasi seusai kegiatan penanaman pohon mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi langkah PWI Kediri yang dalam memperingati Hari Pers Nasional ini menerapkan pola Jurnalis Hijau.

“Hutan kita saat ini banyak yang gundul, dampaknya bukan hanya di wilayah lereng gunung saja tetapi juga sampai sekitarnya. Beberapa waktu lalu juga sempat terjadi bencana banjir dan tanah longsor di Kediri. Harapan saya dengan kegiatan seperti ini akan ada nilai plus untuk menjaga keseimbangan antara alam dengan masyarakat itu sendiri,” kata Dodi Purwanto.

Beliau juga berharap, kegiatan penanaman pohon ini bukan hanya seremonial saja, tetapi merupakan sebuah kerjasama yang baik dari semua stakeholder dan masyarakat serta para pemangku kebijakan untuk terus melakukan penghijauan.

“Ke depan, Kepala Daerah Kabupaten Kediri yang baru, Mas Dhito dan Mbak Dewi akan menerapkan pemerintahan hijau. Yaitu pemerintahan yang lebih mengedepankan gerakan cinta lingkungan dengan penghijauan,” jelasnya. (Fatkhul)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *