Reaksi Nakes Pasca Disuntik Vaksin Covid-19 di Puskesmas Arjasa Sumenep

Chusnur Rofik, S.Kep, Ns., Saat Disuntik Vaksin Sinovac Covid-19 di Puskesmas Arjasa Sumenep, Jawa Timur. (Ong)

SUMENEP, RadarBangsa.co.id – Vaksinasi atau pemberian suntik vaksin Sinovac Covid-19 di kabupaten Sumenep dilakukan secara serentak pada hari Kamis tanggal 28 Januari 2021 untuk tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas di Puskesmas se Kabupaten Sumenep. Salahsatu Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang melakukan vaksinasi (Suntik vaksin) Sinovac Covid-19 tersebut adalah Puskesmas Arjasa Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Jum’at (29/01/2021)

Nur Afni, Juru imunisasi (Jurim) Puskesmas Arjasa kepada media ini mengatakan bahwa vaksin Sinovac Covid-19 diterima Puskesmas Arjasa pada hari Rabu tanggal 27 Januari 2021, kemasan berbentuk vial dengan jarum suntik terpisah, keseluruhan berjumlah 165 vial vaksin Sinovac Covid-19 disimpan dengan aman dalam box khusus tempat penyimpanan vaksin.

Bacaan Lainnya

“Dalam bentuk vial berukuran 2 mililiter, isi 1 dosis vaksin Sinovac untuk 1 orang penerima,” jelasnya.

Menurut Nur Afni, hari pertama vaksinasi dilakukan di Puskesmas Arjasa untuk Tenaga kesehatan (Nakes). Ada 35 Nakes yang sudah disuntik vaksin, dan dilanjukan hari ini sampai seluruh Nakes dan staf Puskesmas Arjasa selesai disuntik vaksin.

“Hari pertama yang terpakai 35 vial vaksin, jadi yang tersisa 130 vial yang akan diberikan (disuntikkan) secara bertahap sampai selesai atau vaksinnya habis,” terangnya.

CHusnur Rofik, salahsatu pegawai Puskesmas Arjasa yang sudah disuntik vaksin Sinovac Covid-19 menyampaikan bahwa kegiatan vaksinasi di Puskesmas Arjasa Kabupaten Sumenep pada hari pertama (Kamis, 28/01) dimulai sekitar jam 08.00 Wib sampai jam 12.00 Wib. Pertama kali yang disuntik adalah kepala Puskesmas Arjasa kemudian dilanjutkan ke pegawai lainnya.

“Di hari pertama ada 35 pegawai Puskesmas yang sudah disuntik, insya’Allah vaksinasi dilanjutkan besok sekitar 50 orang,” tukas Opek panggilan populer salahsatu Nakes Puskesmas Arjasa yang sudah disuntik Vaksin Sinovac Covid-19.

Menurut Opek, sebelum disuntik vaksin dirinya sudah merasa yakin dan siap divaksin, namun sedikit khawatir dengan efek vaksinnya karena dirinya agak takut dengan jarum suntik.

“Pertama stres dan khwatir dengan efek vaksinnya, dan kedua takut dengan jarum suntiknya. Tapi setelah di vaksin biasa saja, hanya reaksinya lama kelamaan merasa mengantuk, itu saja tidak ada reaksi lainnya, dan beberapa teman Nakes yang sudah divaksin mengaku reaksinya ngantuk, itu saja. Dan saat ini kondisi saya baik-baik saja,” terang Opek saat dikomfirmasi media ini pada Kamis malam sekira pukul 20.00 Wib.

Kemudian Opek menuturkan, sebelum disuntik vaksin terlebih dulu mengisi biodata dan pemeriksaan klinis seperti tensi, suhu, Gula Darah Acak (GDA) dan mengisi form isian beberapa pertanyaan yang sudah disediakan.

“Ada beberapa teman yang awalnya takut tiba-tiba tensinya tinggi, setelah menunggu beberapa menit kemudian tensinya normal, baru kemudian disuntik vaksin. Dan ada yang GDA tinggi hanya diberi obat dan tidak di vaksin,” pungkasnya.

dr. Hidayaturrahman, Kepala Puskesmas Arjasa membenarkan adanya kegiatan Suntik vaksin Sinovac Covid-19 di Puskesmas Arjasa.

“Iya benar suntik vaksin covid 19,” tukasnya singkat.

(Ong)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *