Relawan yang Berdarah – darah Dukung Jokowi Layak Diberi Jabatan, ini Kata Pengamat

  • Whatsapp

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Pengamat Politik Political and Public Policy Studies (P3S) menuturkan seyogianya Presiden Jokowi bisa memposisikan para relawannya yang telah berjuang hingga beliau menjadi presiden.

“Bukan hanya di BUMN saja. Pantaslah kalau pejuang seperti kelompok relawan yang terdiri ratusan organisasi. Masuk pun 100 di BUMN tidak rugi yang penting mereka yang punya compentency, expreriance and expert (kompetensi, pengalaman dan keahlian),” kata Jerry dalm Webinar yang digagas Gus Soleh dan Kumpulan Relawan Jokowi ‘AKAR’, Rabu (29/7/2020).

Bacaan Lainnya

Kementerian yang rangkap jabatan kata Jerry, ada 254 orang dari 397 atau 64 persen. Relawan hanya 25 orang yang duduk. Dan BUMN ada 55 yang rangkap jabatan dn 125 pejabat publik.

“Saya bingung ini negeri hukum atau apa? Kalau menerapkn hukum rimba tak masalah. Padahal ini melanggar dengan Undang-undang No 25 Tahun 2009 Pasal 17 tentang Pelayanan Publik, UU Polri, UU TNI, hingga UU No 19 Tahun 2003 tentang BUMN. Disan dijelaskan tak bisa ada rangkap jabatan,” ujarnya.

Disisi lain kata Jerry, mereka yang tak berjuang, tapi mereka yang lebih diprioritaskan duduk dipos strategis. Ini bukan lagi adil tapi tidak merata namun tidak adil dan tidak merata.

Dari sisi jelas dia, ini bukan lagi open management or management by objective tapi ungateful management (manajemen tak berterima kasih).

“Saya nilai Jokowi tak punya sense of belonging (rasa memililiki) terhadap relawannya yang berdarah-darah atau mati-matian mendukungnya.

Walaupun relawan tak diberikan kursi tapi hargai saja sudah cukup dan ingat perjuangan mereka. Kalau perlu undang mereka ke istana.

“Jangan muncul istilah habis manis sepah dibuang,” ucapnya.

Jerry pun mencontohkan, ada Ketua Relawan We Love Jokowi (WLJ) Yanes Frans yang telah berjuang dari 2014 dan telah berapa kali dijanjikan akan duduk sebagai wakil kepala KSP tapi hal itu hanya harapan palsu tanpa ada eksekusi atau realisasinya. Begitu pula pendukung setia Gus Soleh ketua relawan Jokowi juga tapi tak digubris.

Dia pun menilai ketimbang Ali Ngabalin yang memiliki jabatan ganda duduk di KSP, Komisaris dan juga disalah satu Kementerian lebih baik di berikan kepada para relawan.

“Dalam tulisan saya ada 10 kemenangan Jokowi di Pilpres salah satu faktor penentu adalah relawan. Jadi tanpa relawan Jokowi bukan siapa-siapa barangkalo tak akan nail sebagai presiden,” tegas Jerry.

Seperti diketahui, komisaris yang merangkap paling Sedangkan Kementerian yang paling banyak menyumbang komisaris rangkap jabatan adalah Kementerian BUMN sejumlah 55 orang ASN.

Di urutan kedua berasal dari Kementerian Keuangan sebanyak 42 orang ASN. Sementara komisaris BUMN yang berasal dari kalangan TNI sebanyak 27 orang, Polri 13 orang, dan Kejaksaan 12 oran

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *