Ribuan Petani Millenial di Pasuruan Ikuti Pelatihan Program YESS

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Sebanyak 1050 petani millenial di Kabupaten Pasuruan mendapatkan pelatihan dari Program Youth Enterpreneur and Employment Support Services (YESS).

YESS merupakan program Kementrian Pertanian RI yang bekerja sama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) sejak 2019. Program ini bertujuan melahirkan wirausaha milenial di bidang pertanian.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan, Diana Lukita Rahayu melalui Kabid Ketahanan Pangan, Mardijansyah mengatakan, pelatihan ribuan petani millenial diwujudkan dalam beberapa fokus kegiatan.

Diantaranya peningkatan kapasitas pemuda pedesaan, pengembangan wirausaha muda, dan fasilitas akses permodalan.

“Banyak kegiatan pelatihan yang diberikan oleh Kementan pada 1050 petani millenial di Kabupaten Pasuruan. Mulai dari permodalan sampai pengembangan wirausaha muda,” kata Mardijansyah di sela-sela kegiatannya, Selasa (28/09/2021).

Dijelaskannya, para petani millenial yang mendapatkan program pelatihan ini berusia antara 17-39 tahun. Bahkan, ada puluhan petani yang juga menerima hibah kompetitif dengan nilai maksimal sebesar Rp 100 juta.

“Hingga hari ini ada 22 petani yang akan menerima hibah. Kisaran antara Rp 60-Rp 80 juta,” singkatnya.

Khusus untuk petani millenial yang menerima hibah harus memenuhi persyaratan. Mulai dari jenis usaha yang dimiliki hingga proposal pengajuan. Kata Mardijansyah, para petani yang mendapat bantuan berasal dari beragam background, seperti peternak unggas, pembudidaya bunga, kopi, paprika dan tanaman perkebunan/pertanian.

“Backgroundnya macam-macam. Ada yang peternak unggas, pembudidaya tanaman perkebunan dan pertanian. Syaratnya harus punya usaha yang jelas dan sedang berkembang,” jelasnya.

Dengan pelatihan maupun bantuan yang diberikan, diharapkan dapat membangun perekonomian di daerah serta mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat, sehingga perekonomian di Kabupaten Pasuruan bisa berkembang dan mengurangi urbanisasi pemuda ke kota.

“Bisa dibilang, sudah saatnya generasi millennial kembali ke daerah kelahirannya dan mengelola SDA yang ada, dan pada akhirnya perekonomian daerah pun dapat berkembang. Mudah-mudahan dengan dilaksanakan program YESS ini lahir banyak wirausaha muda, dan pertanian di Kabupaten Pasuruan makin maju,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *