Ribuan Warga Saksikan Pawai Budaya HUT Pasaman Ke 77

PASAMAN, RadarBangsa.co.id – Ribuan warga kota Lubuksikaping termasuk dari kecamatan lain berduyun duyun menyaksikan Pawai Budaya yang di ikuti oleh 37 Nagari yang ada di Kabupaten Pasaman

Pawai budaya tersebut dilepas langsung oleh Bupati Pasaman H. Benny Utama didampingi oleh Wakil Bupati Pasaman Sabar AS, di jalan Sudirman depan Bank Nagari Lubuksikaping, Sabtu (08/10).

Bacaan Lainnya

Turut hadir dalan pelepasan Pawai Budaya tersebut, Forkopimda Pasaman, Sekretaris Daerah Mara Ondak, Ketua TP.PKK Pasaman Ny Susi Benny Utama, Ketua GOW Pasaman Ny. Denny Sabar AS, Ketua DWP Pasaman, Kepala BUMD Pasaman, Kepala OPD, Dalam pelaksanaanya, selain diikuti oleh Nagari, juga tampak hadir kelompok Drumband SD 05 Pauh, Drumband MAN 1 Pasaman.

Ditambah lagi dengan penampilan yang sangat menonjol diantaranya, Pencak silat, Silek sonsong, tradisi ma anta marapulai, dan beberapa hasil inovasi dari masing masing dari nagari

Bupati Pasaman pada kesempatan tersebut mengatakan, Pelaksanaan Pawai Budaya tersebut merupakan wujud pelestarian warisan budaya yang ada di masing masing Nagari khususnya, dan Kabupaten Pasaman umumnya.

“Di Momen Ulang tahun Kabupaten Pasaman yang ke 77 ini, berbagai kegiatan telah dilaksanakan, diantaranya, Perayaan Titik Kulminasi, Wisuda Tahfiz, Kegiatan seni dan hiburan, Sidang Paripurna DPRD, Bazar UKM, Pemberian piagam penghargaan, lomba kebersihan dan keindahan kantor, Lomba pidato antar siswa SD, Lomba Memasak nasi goreng antar Eselon II, Lomba Masak ikan antar camat, Lomba Drumband antar sekolah, Lomba MTQ antar OPD, Instansi Vertikal, BUMD, BUMN, Lomba Jamba, lomba menulis antar wartawan dengan tema pengembangan wisata Pasaman,” terang Benny Utama.

Dengan adanya Pawai Budaya ini kata Benny, akan dapat memberikan dampak positif terhadap masyarakat, terutama bagi generasi muda untuk terus di lestrikan.

“Kita harus bangga terhadap budaya kita sendiri, untuk itu perlu kita jaga jangan sampai hilang oleh budaya asing yang belum tentu sesuai dengan sendi kehidupan kita di ranah Minang,” tegasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *