Riset Terbaru Ungkap Rumah Sakit Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok di Wuhan

SEATTLE, RadarBangsa.co.id – Sebuah makalah diterbitkan di Zenodo (DOI 10.5281/zenodo.4119263) oleh Dr. Steven Quay, M.D., PhD., yang memimpin dua program pengobatan Covid-19 di Atossa Therapeutics, Inc. (NASDAQ: ATOS). Makalah ini memaparkan sejumlah observasi dan kesimpulan ilmiah terbaru tentang asal mula pandemi SARS-CoV-2, yakni di Rumah Sakit Umum di Markas Besar Tentara Pembebasan Rakyat (People’s Liberation Army/PLA Hospital) di Wuhan, Tiongkok

Rumah Sakit ini terletak di 627 Wulon Road, Wuchang District, Wuhan. Repositori spesimen biologis yang berskala internasional mengindikasikan, pada 10 Desember 2019, dokumentasi pasien Covid 2019 telah dibuat oleh personil PLA, beberapa minggu sebelum pemerintah Tiongkok menginformasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang pandemi tersebut.

Makalah ini mendokumentasikan empat pasien PLA Hospital yang memiliki ciri khas genetis paling awal untuk penularan virus korona antarmanusia secara langsung. Lebih lagi, dokumentasi tersebut menunjukkan pasien dengan virus korona yang secara genetis paling menyerupai virus kelelawar dari Wuhan Institute of Virology (WIV)

Virus ini disebut ilmuwan WIV sebagai “virus yang paling mirip dengan 2019-nCoV.” PLA Hospital berjarak tiga km dari WIV, dan keduanya terletak di Jalur 2 Wuhan Metro System.

Makalah tersebut menganalisis sejumlah rumah sakit yang mengobati pasien-pasien Covid yang paling awal, yakni antara 1 Desember 2019 hingga awal Januari. Seluruh rumah sakit ini ternyata juga berada di Jalur 2 Wuhan Metro System.

Makalah ini menjadi karya ilmiah pertama di dunia yang mengamati posisi unik Jalur 2 Wuhan Metro System sebagai penyalur pandemi Covid antarmanusia di tingkat global. Pasalnya, jalur angkutan umum tersebut mengangkut 5% dari populasi Wuhan setiap hari.

Dengan demikian, penularan cepat di seluruh Wuhan dan seluruh Provinsi Hubei terjadi; jalur tersebut mencakup stasiun kereta api cepat sehingga penularan cepat juga berlangsung di seluruh Tiongkok; dan, kereta api ini berakhir di stasiun bandara internasional, akibatnya, penularan virus pun berlanjut ke seluruh dunia. Jalur 2 Wuhan Metro System juga menjangkau Pasar Makanan Laut Hunan yang sebelumnya diduga sebagai tempat asal pandemi

Tentang Steven Quay, M.D., PhD, Pemimpin Dua Program Pengobatan Covid-19 (AT-201) dan (AT-301 Nasal Spray)

Dr. Steven Quay telah menerbitkan 300+ makalah kedokteran yang telah dikutip lebih dari 9.900 kali sehingga dirinya termasuk dalam 1% ilmuwan paling terkemuka di dunia.

Dia memiliki 87 paten di Amerika Serikat, dan telah menemukan tujuh obat yang telah memperoleh izin FDA serta menolong lebih dari 80 juta orang. Dr. Quay adalah penerbit buku terlaris tentang cara bertahan di tengah pandemi, “Stay Safe: A Physician’s Guide to Survive Coronavirus

Dia menjabat CEO, Atossa Therapeutics Inc. (Nasdaq: ATOS), perusahaan biofarmasi dalam fase klinis yang mengembangkan obat-obat baru untuk menyembuhkan kanker payudara dan Covid-19

Dr. Quay meraih gelar M.D. dan Ph.D. dari The University of Michigan, serta menjadi postdoctoral fellow di Chemistry Department, MIT, bersama Pemenang Nobel H. Gobind Khorana, Dokter di Harvard-MGH Hospital, dan merintis karier selama hampir satu dekade di Fakultas Ilmu Kedokteran Stanford University.

Dr. Quay sempat memberikan paparan di acara TEDx tentang pencegahan kanker payudara, dan telah ditonton lebih dari 220.000 kali

(***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *