Satpol PP Razia Lima Warkop di Lamongan, Dua Pramusaji Buat Surat Pernyataan Bermatrai

Dua orang pramusaji dengan kesadaran membuat surat pernyataan bermaterai tidak akan menyajikan miras didampingi petugas Satpol PP. Sabtu (4/11/2021)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Lima warung kopi (Warkop) yang diduga menyediakan minuman keras tanpa dilengkapi izin di dua Kecamatan di Kabupaten Lamongan menjadi sasaran razia petugas Satpol PP pada Sabtu (4/11/2021) dini hari.

Karena warung tersebut selain menyedian kopi dan makanan juga menyediakan minuman keras (miras),” ujar Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Lamongan Umar Syaid.

Bacaan Lainnya

“Dalam razia kali ini dua orang pramusaji terjaring di dua warung di Desa Gampangsejati Kecamatan Laren dan tiga warung di Desa Tenggulun Kecamatan Solokuro.

Pasalnya dua orang pramusaji yang diamankan tersebut saat dimintai keterangan tidak bisa menunjukan identias diri.

Selain mengamankan dua orang pramusaji, petugas juga mengamankan 27 botol miras berbagai jenis termasuk 5 liter tuak” bebernya. Penyitaan barang bukti juga disertai BAP dengan tanda tangan bermaterai tidak akan menyediakan miras.

“Dua orang pramusaji tersebut dengan kesadaran membuat surat pernyataan bermaterai tidak akan menyajikan miras. Jadi ada surat pernyataan serta petugas juga memberikan penjelasan tentang aturan yang ada.

Razia yang di gelar berdasarkan laporan dari tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat. Secara pasti, terang Umar, laporan akan segera kami tindak lanjuti demi penegakan Perda yang ada di Kabupaten Lamongan.

Pihaknya memastikan, akan gelar operasi dan razia serupa akan intens dilakukan dengan hari dan waktu acak di semua wilayah Kecamatan. “Kami berharap peran serta masyarakat untuk mau meninformasikan jika mendapati pelanggaran.

Menurutnya, razia dengan sasaran lima warung di dua Kecamatan tersebut membuahkan hasil yang cukup lumayanan ini berdasarkan Perda nomor 15 Tahun 2019 tentang Pengawasan dan Pengendalian Peredaran Minuman Beralkohol.

Mereka dijerat dengan saksi karena ada pelanggaran terkait ketertiban umum sesui Perda nomor 4 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

Umar menegaskan, pemilik warung melanggar Perda karena tidak memiliki izin terkait penjualan miras. Barang bukti yang diamankan dibawa ke kantor Satpol PP di Jalan Mastrip Lamongan Jawa Timur.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *