Satreskrim Polretas Sidoarjo Berhasil Ungkap Penjual HP Rekondisi, Pelaku Pria Asal Batam Lebaran di Penjara

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, SH,Sik saat jumpa pers ungkap HP Rekondisi (IST)

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Terancam lebaran di penjara tersangka C (22), sebanyak 404 handphone (HP) rekondisi yang tidak dilengkapi dengan dosbook serta garansi resmi, berhasil diamankan Satreskrim Polresta Sidoarjo dari pria berinisial C (22 tahun) asal Batam.

Dalam aksinya memasarkan HP rekondisi merk Iphone dan Sony tersebut, tersangka menggunakan toko online dengan akun Panda, Shop88. Serta ia berdomisili di Sidoarjo dan menyimpan barang-barang HP rekondisinya di sejumlah tempat.

Bacaan Lainnya

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan seorang konsumen ke Polresta Sidoarjo. Ia merasa dirugikan terkait dengan dirinya yang telah melakukan pembelian HP melalui toko online, ternyata setelah diterima barang dalam kondisi rusak, jelas Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro, Jumat (29/4)

Kemudian pada 27 April 2022, Unit Tipidter Satreskrim Polresta Sidoarjo melakukan penggeledahan di empat lokasi di Sidoarjo. Diduga sebagai tempat kegiatan usaha memperdagangkan HP rekondisi tanpa dosbook, dan tanpa ada garansi resmi dari pabrikan yang tidak ada label berbahasa Indonesia.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, SH,Sik saat jumpa pers ungkap HP rekondisi

Dari ke empat lokasi tersebut, total didapatkan barang bukti 404 HP rekondisi merk Iphone dan Sony berbagai tipe. Serta barang bukti lainnya, 70 buah dosbook, tiga CPU, satu monitor dan satu buku penjualan.

Cara memasarkan HP dagangannya melalui toko online tidak melayani transaksi langsung, menurut penjelasan Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro, tersangka memberikan dua penawaran. Pertama full set namun tidak mencantumkan IMEI, dan kedua berupa HP batangan.

Atas perbuatan usahanya yang memperdagangkan barang tidak sesuai mutu, bahasa dan label, maka tersangka C dikenakan ancaman hukuman penjara paling lama lima tahun, atau denda sebanyak Rp. 2 Milyar. Sebagaimana diatur dalam pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf a dan j UU RI No. 08 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.