Segera Dituntaskan, Kejari Lamongan : Kita Lengkapi Datanya Biar Akurat

0
117

LAMONGAN.radarbangsa.co.id-Dugaan penyelewengan dana hibah pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada tahun 2015 yang diselenggarakan KPU Lamongan periode saat itu bakal dituntaskan oleh pihak Kejaksaan Negeri Lamongan.

Secara keseluruhan dana hibah untuk agenda lima tahunan tersebut sebesar Rp 34,3 miliyar. Agar penanganan dugaan penyelewengan dana tersebut semakin tuntas, pihak Kejaksaan Negeri Lamongan akan melengkapi data.

Kepala Kejaksaan Negeri Lamongan, Diah Yuliastuti,SH,MH mengungkapkan bahwa saat ini, pihaknya sedang dalam proses melengkapi data untuk menambah keakuratan dugaan tersebut.

“Kami sudah turun guna menambah keakuratan data sebagai bahan tindak lanjut adanya dugaan penyelewengan dana hibah tersebut,” tutur Diah Yuliastuti,SH,MH, Jumat (12/07/2019) kemarin, di sela-sela Apel Bersama Puncak HUT Bhayangkara ke-73 di Alun-alun Lamongan.

Sementara pada kesempatan sebelumnya, Kasi Intel Kejaksaaan Negeri Lamongan, Dino Kriesmiardi menyampaikan, dimungkinkan pihaknya akan melakukan pemeriksaan seluruh Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2015 agar penanganan dugaan penyelewengan dana hibah tersebut menemui titik terang.

“Semua masih kemungkinan, termasuk kemungkinan untuk melakukan pemanggilan atau pemeriksaan terhadap anggota KPU juga bisa terjadi, namun itu semua menjadi kewenangan jaksa penyidik,”Kasi Intel Kejaksaaan Negeri Lamongan, Dino Kriesmiardi, Rabu (10/07/2019) kemarin.

Menurutnya, pihak Kejaksaan dalam penangganan dugaan penyelewengan dana hibah tersebut telah memeriksa salah satu staf Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lamongan.

“Dugaan penyelewengan tersebut adalah sebagian dari dana tersebut tidak digunakan sebagai mestinya,” ungkap Dino, panggilan Dino Krismiardi.

Di sisi lain Ketua KPU Lamongan, Mahrus Ali, membenarkan jika Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan telah melakukan penanganan dugaan penyelewengan dana hibah untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2015 di Lamongan tersebut. “Tapi detailnya bisa ditanya ke Kejaksaan,” terang Mahrus Ali.

Mahrus, panggilan Mahrus Ali, juga menjelaskan dirinya yang sebagai Ketua KPU Lamongan periode sekarang siap untuk dipanggil dan diperiksaan pihak Kejaksaan jika diperlukan.

“Namun, kalau terkait masalah KPU Lamongan periode kemarin yang 2015 yang jelas saya tidak tau detail,”pungkas Mahrus.(huda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here