Selingkuh Dikamar Kos, Suami Pergoki Istri Berduaan Bersama Oknum Dindik Kota Pasuruan

0
739

Pasuruan,radarbangsa.co.id – Benar saja kecurigaan yang selama ini dirasakan telah terjadi, si suami harus rela melihat atau memergoki sang istri lagi berduaan bersama selingkuhan disebuah kamar kos di perumahan Pondok Indah Sejati pada Jumat (5/7) siang.

Sepasang selingkuhan Rony Andrianto yang diketahui sebagai Kasie Sarpras Paud, Dinas Pendidikan Kota Pasuruan warga asal Probolinggo bersama Wilujeng Marhaeni yang juga diketahui seorang Kepala Sekolah di sebuah yayasan TK Aba 1 Kota Pasuruan warga Pleret, Kota Pasuruan tak berkutik ketika tertangkap basah lagi berduaan di kamar kos.

Budi Purnomo (40) selaku suami dari Wilujeng Marhaeni atau yang akrab dipanggil Ajeng menjelaskan, bahwa Ia telah mencurigai sikap dan kebiasaan prilaku istrinya sejak tahun 2018. Ditambah adanya sebuah percakapan di instagram dengan kata kata mesra yang diduga selingkuhannya.

Selayaknya orang yang mengalami masa puber, bahkan sebuah kontak instagram yang diduga selingkuhannya itu oleh Ajeng diberi nama “My Lovely”. Sehingga apa yang selama ini menguatkan kecurigaan Budi atau suami Wilujeng Marhaeni selama ini benar benar terbukti.

“Memang pada September 2018 lalu istri saya kok tiba tiba minta cerai dan akhir akhir ini tidak biasanya istri saya itu pulang lambat. Bahkan sampai pulang malam setiap harinya, disitu saya mulai curiga dan sempat saya menemukan bukti chating sembari dengan kata sayang”. Kata Budi kepada sejumlah awak media.

Diketahui bahwa pasangan suami istri Budi dengan Ajeng tersebut memang sedang mengalami dilema permasalahan di dalam jalinan rumah tangganya. Sehingga ketidak harmonisan diantara keduanya pun, sudah diketahui oleh orang tua dari masing masing.

Dengan berbagai upaya dan inisiatif dilakukan untuk mengetahui kaitannya dengan perubahan yang dilakukan istrinya, akhirnya Budi memutuskan untuk menginstal sebuah aplikasi pelacak atau semacam GPS di sebuah hand phone atau ponsel milik istrinya.

Bermula dari situlah, lalu Budi melakukan pemantauan dari sebuah aplikasi GPS terhadap gerak gerik perjalanan istrinya di luar saat jam kerja. Sehingga dengan mudah sang suami bisa mengetahui keberadaan dan lokasi sang istri akan pergi kemana.

Berangkat dari arah Pandaan melalui GPS ponselnya, Budi mencari keberadaan istrinya yang ketika itu berada di titik lokasi yang menurutnya asing di sebuah tempat perumahan yakni Pondok Indah Sejati. Spontan Budi langsung menuju ke Pasuruan dan terus mencari keberadaan sinyal istrinya.

Sampai ditempat yang dicurigai menjadi titik lokasi istrinya berada, Budi yang saat itu didampingi oleh pihak kepolisian atau Bhabinkamtibmas bersama Bhabinsa setempat langsung menggerebek kamar kos di Pondok Sejati Indah blok 6.

Nahas bagi perempuan yang akrab dipanggil Ajeng, awalnya ingin bermanja sayang dengan selingkuhannya ternyata diketahui dan dipergoki oleh suaminya sendiri yang saat itu bersama saudara dan pihak keamanan.

Setelah agak lama mengetuk pintu kamar kos yang diduga menjadi tempat kedua pasangan selingkuhan berada, alhasil setelah pintu kamar kos tersebut dibuka didapati sepasang selingkuhan itu tak bisa berkutik dengan kondisi pakaian acak acakan.

Mirisnya lagi, ternyata kedua pasangan selingkuhan itu statusnya sama sama berkeluarga dan masing masing memiliki 2 orang anak. Atas kejadian tersebut, tentunya sangat memukul perasaan dari orang orang terdekat seperti keluarga dan orang tuanya termasuk dinas terkait.

Tak ingin permasalahan tersebut menjadi runyam, akhirnya kedua pasangan Roni dan Ajeng bersama suaminya Budi langsung di bawa ke Polsek Purworejo, Polres Pasuruan Kota.

Selanjutnya hasil dari mediasi yang di jembatani oleh pihak Polsek, akhirnya kedua belah pihak antara suami dan istri sepakat bahwa permasalah hukum atas kejadian tersebut diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

Namun pihak suami Budi, secara administratif akan melaporkan perbuatan kedua pasangan selingkuh yang tak lain istri beserta laki laki selingkuhannya itu ke dinas terkait mengenai profesinya keduanya sebagai pegawai Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah.

“Demi masa depan anak, memang perkara hukum kita selesaikan dengan cara kekeluargaan. Namun secara administratif saya akan laporkan masalah perselingkuhan ini ke dinas, biar mereka tahu rasa. Selanjutnya akan saya cerai istri saya”. Tegasnya Budi.

Sementara dari pihak Polsek Purworejo melalui Bripka Hendra selaku Kanit Reskrim di Polsek setempat menyatakan. “Ketiga belah pihak setelah dimediasi telah bersepakat dan memutuskan untuk membuat surat pernyataan bersama, agar perkara ini tidak melanjutkan ke rana hukum. Karena setelah memikirkan dampak sosial dan psikologi yang ditimbulkan terhadap anak mereka kedepan”. Bripka Hendra.

Disis lain, Ikhsanudin selaku Sekretaris Kelurahan Purworejo, Kota Pasuruan yang saat itu juga ikut memediasi di Polsek Purworejo berharap supaya kejadian serupa tidak terulang. Dan berpesan kepada para pemilik kos atau rumah kontrakan, agar lebih selektif lagi khususnya terhadap para penghuni termasuk laporan administrasinya yang jelas.

“Setelah kejadian ini, kita berharap pihak pemilik kos atau rumah kontrakan harus menjaga ketertiban dengan cara mendata para calon dan penghuni kos termasuk surat suami istri bagi penghuni rumah tangga”. Harapnya.( ank & ek),

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here