Seminar Nasional di Malang, Bertajuk Civil Inovation Revolusi Tehnologi Industri

  • Whatsapp

BATU,RadarBangsa.co.id – Digelarnya acara seminar Nasional bertajuk ” Civil Innovation Fest ( CVAFEST) 2019, diprakarsai oleh Himpunan Mahasiswa Sipil Fakultas Teknik Universitas Islam Malang ( UNISMA) bertempat di Hall Abdurrahman Wahid lantai 7 pada ruang Pasca Sarjana, beberapa hari kemarin,” ucap Alfi Nurhidayat MT, Jumat (6/12/2019)siang.

Dipaparkan oleh Alfi Nurhidayat, sekaligus menjabat Sekretaris dinas di Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Batu. Dia mengungkapkan, dalam acara seminar nasional kegiatan ‘Civil Innovation Fest di era saat ini harus berani melakukan revolusi industri 4.0 berbeda dengan revolusi industri sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Menurutnya,”rlevolusi industri generasi ke-4 ini memiliki skala, ruang lingkup dan kompleksitas yang lebih luas. Kemajuan teknologi baru yang mengintegrasikan dunia fisik, digital dan biologis telah mempengaruhi semua disiplin ilmu, ekonomi, industri dan pemerintah.

Disinggung lagi oleh Alfi Nurhidayat, dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat pada awal abad 20 telah melahirkan teknologi informasi dan proses produksi yang dikendalikan secara otomatis. “Dengan kata lain, mesin industri telah menggunakan sistem otomatisasi berbasis komputer, yang tentunya tidak lagi semuanya dikendalikan oleh tenaga manusia,” beber Alfi, selaku ketua umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII)

Tambah Alfi, revolusi industri dalam bidang teknologi internet yang semakin massif, tidak hanya menghubungkan jutaan manusia di srluruh dunia, tetapi juga telah mrnjadikan basis bagi krhidupan manusia secara online, juga menyangkut pemanfaatan dalam infrormasi infrastruktur pembangunan semisal pembangunan jalan maupun jrmbatan,”beber Alfi.

Disampaikan lagi oleh Alfi, mengacu apa yang sudah disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,Basuki Hadimuljono, ada terdapat pada revokusi industri 4,0 yang sudah muncul perkembangan pesat ada pada sektor pemanfaatan tehnologi industri informasi dan komunikasi, sebagai akses mrngetahui pembangunan jalan nasional srpanjang 47.017 Km, serta jrmbatan srpanjang 496.080 meter.

Karena jika semua program kerja di rrncanakan denganbbenar dan bagus,serta terperinci, juga bisa dimasukan dalam aplikasi Sinergitas Transparasi Integrasi Akuntabel ( SITIA) dan Indonesia Road Management System (IRMS). apkikasi yersebut sangatlah maksimal untuk merespon terkait, pengguna jalan, maupun kondisi jalan bisa melalui aplikasi (Jaki) yang bisa di unduh melalui ponsel berbasis android maupun IOS, akan bisa direspon secara cepat,”ungkap Alfi Nurhidayat.

Jika masyarakat ingin mengetahui jembatan yang menggunakan WIM Bridge melalui sensor yang sudah terpasang pada jembatan, guna memantau volume juga beban kendaraan yang melintas, seingga bisa mengetahui kelebihan beban kendaraan ketika mengalami kelebihan volumenya, seperti yang di kutip Radar Bangsa.

Disinggung oleh Alfi, Indonesia memiliki modal yang cukup baik untuk menerapkan industri 4.0. Ada dua hal yang mendukung pengembangan industri di era digital, yaitu pasar yang besar dan jumlah SDM yang produktif seiring dengan bonus demografi, yang mana bonus demografi adalah suatu kondisi dimana komposisi jumlah penduduk yang berusia produktif lebih besar dibandingkan dengan jumlah penduduk usia tidak produktif. Penduduk usia produktif adalah penduduk yang berada pada rentang umur 15-64 tahun, lebih khusus berusia 15 tahun hingga 35 tahun ,disebut millenial.

Maka, inilah pentingnya investasi SDM. Sumber daya alam akan habis dieksploitasi dan melahirkan problem lingkungan. “Tidak demikian dengan investasi SDM yang tak terbatas dan terus dinamis. Dan pada generasi milenial saat ini, dituntut Inovasi teknologi memungkinkan terjadinya redistribusi dan desentralisasi kekuasaan sehingga pemerintah akan semakin menghadapi tekanan agar mengubah pendekatan yang digunakan untuk melibatkan publik dalam pembuatan kebijakan.

Rangkaian perubahan teknologi dan dampaknya bagi pemerintahan mengubah pola hubungan pemerintahan dan warga negara. Alfi mengajak kepada peserta seminar, mentransformasi rintangan menjadi tantangan dan peluang.

Open Government mensyaratkan open data. Data akan sangat penting selamanya, baik sekarang dan dimasa depan. Tidak hanya pemerintah yang menerima data terbuka untuk meningkatkan akuntabilitas dan efisiensi publik, ia juga akan menuai manfaat sosial dan ekonomi dari membuka data bagi warga. “Daripada tersimpan rapi hingga basi dalam sistem komputer kementerian, lembaga atau daerah yang hanya dilihat oleh segelintir pejabat. Karena data dapat diakses dan digunakan oleh warga untuk mendorong kewirausahaan, inovasi dan pemecahan masalah sosial, “kita harus sadari bahwa menebar keterbukaan Informasi publik akan bisa tercipta Indonesia Maju dan Unggul,” pungkas Alfi.(HR)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *