Sepak Terjang Dua Perempuan di Puncak Kepemimpinan Wakil Rakyat

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Panggung politik Indonesia memiliki dua perempuan tanggung yang menduduki posisi puncak kepemimpinan wakil rakyat, yakni Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Lestari Moerdijat dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani.

Lestari Moerdijat berasal dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Dia berhasil mengisi kursi Wakil Ketua MPR RI periode 2019-2024. Perempuan yang biasa dipanggil Rerie ini memperoleh suara terbanyak pada Pemilihan Legislatif 2019 yakni sebanyak 162.996 suara. Padahal ia bertarung di daerah Pemilihan (dapil) yang bisa disebut ‘angker’, sebab ada banyak saingan yang memiliki elektabilitas tinggi.

Bacaan Lainnya

Di luar kiprahnya sebagai politikus, Rerie lebih dulu menjabat posisi penting sebagai Wakil Ketua Media Group dan Presiden Direktur Media Indonesia. Ia juga menjabat sebagai direksi dan komisaris di beberapa anak perusahaan Media Group, sebut saja Surya Energi Raya, CS Media Investment, Metro TV, Pangansari Utama, hingga Emas Mineral Murni.

Rerie juga cukup aktif di bidang sosial. Siapa yang sangka jika ia merupakan Dewan Pembina Yayasan Sukma yang mengelola beberapa sekolah di Aceh, tepatnya Bireuen, Pidie, dan Lhokseumawe.

Tak hanya itu saja, ia juga banyak terlibat dalam kampanye-kampanye perjuangan melawan kanker payudara lewat Komunitas Sahabat Lestari. Usut punya usut, Rerie sendiri rupanya merupakan penyintas kanker payudara. Ia pernah didiagnosa mengidap kanker payudara HER2 positif pada 2016 silam.

Setelah malang melintang di industri media dan sosial, baru lah Rerie mulai menjadi politisi melalui Partai NasDem. Kiprahnya di dunia politik tentu tidak bisa dianggap remeh, sebab ia adalah satu-satunya politisi perempuan yang menduduki kursi di MPR RI periode 2019-2024.

Selain Lestari, Puan Maharani merupakan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI juga punya cerita tersendiri. Ia menjadi perempuan pertama dalam sejarah Indonesia yang menduduki posisi sentral di DPR RI.

Puan bisa dibilang melanjutkan tongkat estafet sang ibunda, Megawati Soekarnoputri yang juga menjadi Presiden RI pertama sepanjang sejarah. Lalu, kakeknya Soekarno juga adalah Presiden RI pertama.

Walaupun kerap dianggap menduduki posisinya yang sekarang karena aji mumpung, Puan justru harus melalui perjuangan yang tidak mudah. Pemilik nama lengkap Puan Maharani Nakshatra Kusyala ini pertama kali bersinggungan dengan politik saat ia duduk di bangku SMP. Saat remaja, Puan mengikuti perjalanan politik sang ibunda yang tengah ditekan oleh Orde Baru, tepatnya pada 1986.

Saat itu, Puan baru berumur 13 tahun. Sedangkan pada waktu itu, Megawati memasuki dunia politik praktis setelah ‘lulus’ dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Puan sendiri memilih menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia (FISIP UI). Ia mengambil jurusan Komunikasi Massa dan lulus pada 1997. Tepatnya satu tahun sebelum Presiden Soeharto tumbang.

Saat berkuliah, Puan rupanya sempat merasakan menjadi anak magang di Majalah Forum Keadilan. Tak hanya itu saja, Puan saat muda juga pernah mengurusi bisnis Stasiun Pengisian Bahan Umum (SPBU), salah satunya SPBU di Pluit Jakarta Utara, sebelum akhirnya terjun ke dunia politik praktis.

Puan sendiri akhirnya bergabung dengan PDIP dan menempati posisi sebagai Ketua DPP PDIP Bidang Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat pada 2005.

Selanjutnya, pada Pemilu 2009, ia mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V, yang wilayah pemilihannya meliputi Surakarta, Sukoharjo, Klaten, dan Boyolali. Hasilnya, Puan berhasil memperoleh suara terbanyak kedua di tingkat nasional yakni sebanyak 242.504 suara.

Dengan perolehan suara tersebut, ia berhasil masuk di Komisi IV DPR yang membidangi Pertanian, Pangan, Maritim, dan Kehutanan. Setelah itu, ia pun dipercaya menjadi Ketua Fraksi PDIP mulai 23 Januari 2012.

Belum puas dengan posisinya saat itu, Puan lalu mengikuti Pemilu 2014. Ia kembali maju di dapil yang sama dan berhasil meraih 369.927 suara. Puan akhirnya kembali menduduki posisi di pemerintahan. Tapi, saat itu ia berada di Komisi VI DPR yang membidangi Industri, Investasi, dan Persaingan Usaha.

Belum lama berada di parlemen, Puan malah ditunjuk oleh Presiden RI saat itu Joko Widodo (Jokowi), untuk masuk ke kabinet. Puan didapuk menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Kabinet Kerja.

Saat ini, Puan tengah mengembang mandat sebagai Ketua DPR RI, yang jabatannya akan berakhir pada 2024 mendatang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *