Sering Transaksi Sabu, Polres Sumenep Bekuk Perangkat Desa Ini

  • Whatsapp
Tersangka Ainul Yakin, Pelaku Penyahgunaan Narkotika Jenis Sabu. (Ong/Hms)

SUMENEP, RadarBangsa.co.id – Polres Sumenep kembali berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan Narkotika jenis sabu di Desa Daramista Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep. Diketahui pelaku dengan inisial AY bekerja sebagai perangkat desa tercantum di kartu tanda penduduk (KTP) milik tersangka.

Kassubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S, SH., menyampaikan pada hari Minggu tanggal 24 Januari 2021 sekira pukul 14.30 Wib, oleh Satresnarkoba Polres Sumenep tersangka Ainul Yakin bin Samsul, lahir 05 Juli 1992, laki-laki dengan pekerjaan sebagai Perangkat Desa ditangkap di rumahnya di Dusun Bandungan Desa Daramista Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep lantaran sering melakukan transaksi dan menggkonsumsi Narkotika jenis sabu. Kamis (28/01/2021)

Bacaan Lainnya

Menurut AKP Widiarti, kronologis kejadian awalnya menerima informasi dari masyarakat bahwa terlapor sering melakukan transaksi dan mengkonsumsi Narkotika jenis sabu, sehingga anggota Satresnarkoba Polres Sumenep melakukan lidik secara intensif kegiatan terlapor, kemudian mendapat informasi dan A1 bahwa terlapor memiliki Narkotika jenis sabu posisi berada dirumahnya alamat Dusun Bandungan Desa Daramista Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep.

“Petugas langsung melakukan penggerebekan disertai penangkapan, selanjutnya dilakukan penggeledahan di kamar milik terlapor dan ditemukan barang bukti didalam lemari pakaian berupa 1 (satu) poket kantong plastik klip kecil berisi Narkotika jenis sabu dan ditemukan barang bukti lainnya. Setelah ditunjukkan terlapor mengakui adalah miliknya dan selanjutnya terlapor berikut barang buktinya diamankan ke kantor Satresnarkoba Polres Sumenep guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” terang AKP Widiarti.

Adapaun barang bukti yang disita dari tersangka berupa 1 (satu) poket/kantong plastik klip kecil berisi Narkotika jenis sabu berat kotor ± 0,61 gram, dan 1 (satu) unit HP merk VIVO warna biru.

“Tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (1) Subs. Pasal 112 ayat (1) Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009, tentang Narkotika,” pungkasnya.

(ONG)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *