Smart Trash Bin, Inovasi Praktis di Tengah Pandemi

  • Whatsapp
KKN Universitas Muhammad Sidoarjo [IST]

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Masyarakat saat ini masih kesulitan dalam memilah sampah, sehingga terkadang masih banyak dijumpai tempat pemilah sampah organik dan non organik ketika dilihat dari isi tempat sampahnya masih belum sesuai dengan kategori tempat sampah yang sudah ditetapkan berdasarkan jenisnya.

Akibatnya, sampah tercampur dan susah dipilah untuk dijadikan produk produk daur ulang untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Bacaan Lainnya

Oleh karena itu diperlukan tempat pemilah sampah organik dan non organik yang secara otomatis memilah sampah sesuai dengan jenis yang ditentukan.

Berangkat dari permasalahan tersebut, maka tim KKN-P 48 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo berinovasi menciptkan Smart Trash Bin atau dikenal dengan tempat sampah pintar otomatis.

Inovasi terbaru yang ditawarkan tim KKN-P 48 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo cukup menggiurkan pasalnya, hasil dari pemisahan sampah tersebut dapat diolah dan dijual lagi.

Sehingga sangat cocok digunakan pada saat kondisi keuangan yang mencekik di kala pandemi seperti saat ini. Ditambah, masyarakat juga tidak perlu takut akan terkena bakteri maupun virus yang dapat menjangkit melalui media tempat sampah. Karena dengan kecanggihan Smart Trash Bin ini, kita tidak perlu repot-repot untuk membukanya dengan tangan atau kaki.

Cukup mengulurkan tangan di atasnya untuk membuang sampah, selanjutnya alat ini akan memilah sampah secara otomatis dan memasukkan sampah ke dalam tempat yang sudah disediakan sesuai jenis sampahnya.

Dalam proses pembuatan Smart Trash Bin didukung sistem pemisahan sampah organik dan non organik ini, yaitu arduino Uno sebagai mikrokontroler yang berfungsi untuk melakukan pengambilan data dari sensor yang mendeteksi setiap jenis sampah.

Cara kerjanya cukup sederhana, sampah yang masuk akan terdeteksi oleh sensor infrared selanjutnya akan diproses dengan menggunakan sensor proximity induktif untuk membedakan apakah sampah tersebut logam atau non logam.

Jika sampah tersebut berjenis logam, maka akan langsung diarahkan ke tempat sampah jenis logam. Jika tidak, maka akan diproses lagi dengan menggunakan sensor proximity kapasitif untuk membedakan apakah sampah tersebut organik atau anorganik.

Jika sampah tersebut berjenis organik, maka akan langsung masuk ke tempat sampah organik dan jika sampah tersebut berjenis anorganik akan langsung diarahkan ke tempat sampah anorganik.

Sejauh ini, Smart Trash Bin masih dalam tahap penyempurnaan dan akan diprediksi rampung sebelum tanggal 1 April 2021.

Dikarenakan pada tanggal tersebut akan dilakukan penyerahan Smart Trash Bin sebagai produk peninggalan jejak tim KKN-P 48 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo di desa Ganggang Panjang, kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.

Disisi lain, tim KKN-P 48 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo juga masih dalam tahap pengurusan hak paten kekayan intelektual akan produk ini, agar nantinya Smart Trash Bin dapat diakui dalam skala yang lebih luas.

Penulis : Adelia Fadillah Purwianto1, Rifqi Yusril Muslikhin2

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *