Status DPO Agar Tak Mandul, Polres Lamongan Didesak Agar Segera Bisa Tangkap Baihaqi Akbar

  • Whatsapp
Baihaqi Akbar selaku tersangka resmi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Lamongan

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Setelah ditetapkan sebagai Tersangka atas kasus pengeroyokan atau penganiayaan kepada Ferry Mosses, saat ini Baihaqi Akbar selaku tersangka resmi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Jawa Timur Resor Lamongan

Jalan Kombespol M.Duryat No. 26 Lamongan. Daftar Pencarian Orang Nomor: DPO/16/IX/Res.1.6/2021/Satreskrim, Lamongan 20 September 2021.

Kepada Tersangka Baihaqi Akbar, untuk (diawasi/dimintai keterangan/ditangkap/diserahkan) di Polres Lamongan pada Unit I Satreskrim,” terang Ajun Komisaris Polisi Yoan Septi Hendri, S.I.K., dalam surat resminya tentang Daftar Pencarian Orang.

Sebelumnya, dalam surat permintaan dari Polres Lamongan, No. Pol: LP/B/162/VIII/2021/SPKT/Polres Lamongan/Polda Jatim, tanggal 07 Agustus 2021 tersebut

Diterangkan, Nama, nama kecil, title, nama samaran, dan sebagainya: Baihaqi Akbar, S.E., S.H., Bin Amir. Tempat tanggal lahir: Surabaya, 14 Agustus 1982. Jenis kelamin: Laki-laki dan Kewarganegaraan: Indonesia.

Selanjutnya, Tempat tinggal terakhir : Perumahan Valencia Resident Blok D-1 Desa Made Kec/Kab. Lamongan. Pekerjaan terakhir/Dulu: Wiraswasta/LSM.

Lain-lain alamat : Jl. Kupang Krajan Dalam No. 3 RT.005/RW.005 Kelurahan Kupang Krajan Kec. Sawahan Kota Surabaya.

Ciri-ciri khusus : Badan sedang, Tinggi sekira 165 cm, Kulit sawo matang, Mata biasa, Hidung biasa, Rambut pendek lurus, Berlogat Madura.

Melanggar: Dimuka umum secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 KUHP.

Lain-lain: Apabila mengetahui melihat agar menghubungi IPDA Sunandar, S.H., M.H., selaku Kanit I Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Lamongan ” atas nama Kepala Kepolisian Resor Lamongan, Kepala Satuan Reserse Kriminal selaku Penyidik. AKP Yoan Septi Hendri, S.I.K.

Ahmad Umar Buwang, S.H., selaku Penasehat Hukum mengungkapkan, “Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lamongan selaku Penyidik. Pihaknya memutuskan menetapkan dua orang tersangka.

Baihaqi Akbar (38) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus keterlibatan dalam dugaan penganiayaan dan pengeroyokan.

“Dalam kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan dengan korban Ferry Mosses (40), penyidik telah menetapkan 2 tersangka, Jum’at (1/10/2021), seperti diberitakan sebelumnya.

“Penyidik telah menetapkan tersangka Baihaqi Akbar dan Ach Rizky Setiawan,” jelas Buwang panggilan akrabnya.

Selain Baihaqi Akbar, kata Buwang, ada adik ipar dari Baihaqi bernama Ach Rizky Setiawan (27) yang ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka merupakan tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang terjadi di Perumahan Valencia Resident Blok D-1 Desa Made Kec/Kabupaten Lamongan.

Bahkan Ach Rizky Setiawan sebelumnya sudah resmi ditahan. Sedangkan, pelaku utama Baihaki Akbar kini belum diketahui keberadaannya semenjak ditetapkan sebagai tersangka sekaligus ditingkatkan menjadi Daftar Pencarian Orang oleh Satrekrim Polres Lamongan.

Dari informasi keluarganya, Baihaqi Akbar kabur dengan membawah istri dan anaknya. Ditempat persembunyian istrinya kerab mengalami ancaman serta intimidasi bila tidak menuruti apa yang dia mau,” ungkap Ahmad Umar Buwang, S.H., selaku Penasehat Hukum Ferry Mosses.

Tadi pagi kami datang ke unit 1 Satreskrim Polres Lamongan mendampingi klien kami untuk memenuhi panggilan dengan agenda tambahan keterangan pelapor dalam melengkapi berkas perkara dalam kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan ini. oleh penyidik, berdasarkan saran dari jaksa penuntut umum (JPU).

Selaku Penasehat Hukum, Buwang menegaskan, pihaknya mengapresiasi kinerja Polres Lamongan agar tidak dikata mandul dalam penanganan kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan, walau sampai saat ini pihak kepolisian setelah Baihaqi ditingkatkan statusnya DPO masih belum juga tertangkap.

Kami tetap optimis pada kepolisian, tersangka Baihaqi yang saat ini statusnya DPO akan segera bisa tertangkap dan atau Baihaqi menyerahkan diri, kepada aparat kepolisian” tegas Buwang Penasehat Hukum yang juga LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Media RadarBangsa ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *