Sumenep, H-3 Pilkades Kepulauan Memanas, Salah Faham Berbuntut Pemukulan Hingga Korban Pingsan

SUMENEP, RadarBangsa.co.id – Hari pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kepulauan Sumenep kurang tiga hari lagi (H-3). Tahapan Pilkades masuk masa hari tenang dan pembagian surat undangan bagi pemilih yang sudah ditetapkan oleh panitia Pilkades dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap). Berawal dari silang pendapat antara warga dan saksi dari salah satu calon, telah terjadi tindak kekerasan (pemukulan) di Desa Sambakati Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep, yang menyebabkan korban tidak sadarkan diri (pingsan). Diketahui pelaku bernama inisial (Ham) warga Desa Sambakati dan korban bernama inisial (Hos) juga warga Desa Sambakati. Selasa (12/11/2019).

Kinjan, warga kepulauan merupakan keluarga Hos (korban) sekaligus pelapor atas kejadian pemukulan, kepada media ini menyampaikan, bahwa pada hari senin tanggal 11 Nopember 2019 sekitar jam 10.00 Wib, panitia Pilkades Sambakati Kecamatan Arjasa Sumenep sedang melaksanakan pembagian surat undangan pemilih. Saat itu Ham (pelaku) menjadi saksi pembagian surat undangan dari salah satu calon Pilkades Sambakati.

Bacaan Lainnya

Ungkap kinjan, berawal dari silang pendapat antara Pelaku dan Korban. Saat itu korban bilang surat undangan pemilih si A (inisial) orangnya ada di Malaysia (Luar Negeri), namun pendapat korban tersebut disangkal oleh pelaku bahwa pemilih si A, orangnya ada di Kayuaru (Dusun di Desa Kangayan Kecamatan Kangayan Kabupaten Sumenep). Silang pendapat terus berlanjut hingga berujung pada tindakan pemukulan. Pipi, mulut dan hidungnya dipukul, tidak ada perlawanan dari korban karena korban seketika itu langsung pingsan.

“Oleh warga dan keluarganya, korban langsung dibawa ke Puskesmas Arjasa”, jelas kinjan.(12/11)

Lebih lanjut kinjan menyampikan, laporan sudah masuk ke Polsek Arjasa, namun sampai saat ini selasa (12/11) pelaku belum dipanggil ataupun ditangkap. Hasil Konfirmasi dari Polsek masih dalam tahap penyidikan dan di suruh sabar dulu.

“Tolong di bantu bagi yang peduli masyarakat kangean, karna kasus ini belum ada jawaban pasti dari Polsek Arjasa”, harap kinjan.

Samsudin, Kepala Ruang Unit Gawat Darurat (Karu UGD) Puskesmas Kecamatan Arjasa, saat dikonfirmasi media ini, membenarkan adanya pasien masuk ke Puskesmas yang diduga merupakan korban pemukulan. Pasien (Px) masuk sekira jam.13.00 Wib. Px sampai ke UGD dalam keadaan sadar. Pada pemeriksaan terdapat luka robek pada bibir bawah bagian dalam panjang 1 cm. Saat ini kondisi Px membaik dan masih dirawat di Puskesmas Arjasa.

“Pihak Polsek (Polisi) Arjasa sudah minta keterangan langsung pada pihak korban, dan laporan hasil visum sudah diserahkan ke Polsek Arjasa”, jelasnya. (12/11).

Rahmatullah, Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Arjasa, saat dikonfirmasi media ini, hingga berita diturunkan belum memberikan jawaban. Selasa (12/11). (Ong).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *