Supaya Pernikahannya Berkah, Kepala KUA Kecamatan Lumajang : Harus Diniati dengan Beribadah Kepada Allah

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lumajang, Abdul Wahib, M.Ag, ketika menikahkan calon pengantin

LUMAJANG, RadarBangsa.co.id – Dalam agama Islam, pernikahan merupakan ibadah yang mulia dan suci. Untuk itu, menikah tidak boleh dilakukan secara sembarangan kerena ini merupakan bentuk ibadah terpanjang dan selayaknya dapat dijaga hingga maut memisahkan.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang Jawa Timur, Abdul Wahib, M.Ag, ketika diwawancarai Radarbangsa.co.id seusai menikahkan beberapa pasangan pengantin di kantor KUA Kecamatan Lumajang, Jum’at (18/11/2022).

Bacaan Lainnya

Disampaikannya, Supaya pernikahannya berkah, maka harus diniati dengan beribadah kepada Allah, sebab menikah itu adalah perintah Allah, jadi semuanya semata mata karena Allah.

Menikah itu, kata Wahib, harus diniati mengikuti Sunnah Rasulullah, apa yang disunnahkan dalam keluarga itu lakukan sesuai dengan tuntunan Rasulullah Saw. “Agar keluarga itu menjadi sakinah, mawadah, warahmah sesuai dengan tujuan pernikahan. Dan menikah itu diniati hidup berpasangan hingga akhir hayatnya”, pesannya.

Dengan begitu, kata Wahib, hidupnya itu penuh dengan semangat, dan tidak berakhir pada perceraian. Sebab perceraian itu tidak menyelesaikan masalah, malah justru menambah problem masalah.

“Jadi harus diniati. Niat hidup selama lamanya sampai akhir hayat, bersyukur terhadap yang Allah berikan, yaitu berupa istri dan suaminya, insyaallah akan menjadi berkah buatnya,” pesan Abdul Wahib, S.Ag.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *