Taatilah Undang – Undang, Diduga CV. BST Produksi Rokok Gunakan Pita Cukai Aspal

0
122

Pasuruan.Radarbangsa.co.id – Pabrik rokok di Pasuruan memang menjamur mulai dari yang secala kecil hingga yang Go Internasional, namun tidak semuanya mengikuti aturan yang ada, salah satunya pabrik rokok CV “BAHTERA SEJAHTERA TOBACO” yang terletak di Desa suwayuwo Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan, di duga menggunakan pita cukai palsu.

Berdasarkan informasi yang di himpun oleh media radar bangsa salah satu karyawan mengatakan bahwa “kerja di pabrik CV “BAHTERA SEJAHTERA TOBACO” ini senang karena bisa menghidupi anak/keluarga, namun sedihnya gaji yang di dapat tidak sesuai dengan UMK yang sudah di tentukan oleh pemerintah Provinsi Jatim, sebesar Rp. 3,861,518,00,- (tiga juta delapan ratus enam puluh satu ribu lima ratus delapan belas rupiah). Per bln, gaji yang di terimanya cuma sebesar Rp. 50,000,- (lima puluh ribu) per hari,” begitu ungkap salah satu karyawan yang tidak mau di sebutkan namanya.

Dinas yang terkait Disnaker pun tampaknya tutup mata, sehingga pelaku usaha nakal bergerak dengan leluasa, tidak mengikuti aturan yang ada, dan terkesan memanfa’atkan situasi sehingga Membayar karyawannya sebisanya bukan acuan UMK yang di pakai, namun sebisanya dan semaunya sendiri sehingga merugikan para pekerja yang ada di sana.

Warga sekitar lingkungan pun mengakatakan, bahwa dengan adanya pabrik tersebut merasa ada ketidak beresan serta ketidak nyamanan akan adanya pabrik tersebut, karena sangat menganggu pemukiman di samping bau yang tidak sedap serta menyengat menjadi suguhan sehari-hari,

Warga berulang kali melakukan protes ke CV “BAHTERA SEJAHTERA TOBACO” dengan adanya bau yang di keluarkan dari pabrik tersebut, beberapa tahun lalu, warga berduyun-duyun untuk protes hanya di janjikan untuk mencari solusi yang terbaik lewat kelurahan agar bisa duduk bersama terkait keluhan warga, akan tetapi janji tinggal janji tanpa ada bukti dan realisasi dari pihak CV “BAHTERA SEJAHTERA TOBACO” hingga detik ini.

Jainul arifin selaku ketua Rt membenarkan pernyataan atas protes warganya beberapa tahun lalu, “namun ya begitulah mas semuanya kalah dengan yang punya duit, kita-kita ini kan orang kecil mas” begitu ungkap Jainul arifin,

Awak media radar bangsa pun mencoba untuk konfirmasi kepada pihak Kepala Desa dan pihak kepala Desa Suwayuwo (Mujib) mengatakan bahwa “memang pernah ada keluhan dari masyarakat/warga kami, terkait dengan bau yang menyengat tersebut dan sudah saya sampaikan ke pihak perusahaan mas namun sampai sa’at ini belum ada tanggapan yang baik” begitu ungkap Mujib selaku kepala desa Suwayuwo.

Awak media radar bangsa pun minta jadwal untuk ketemu dengan pihak pimpinan (Herman), setelah koordinasi dan komunikasi melalui handphone selulernya, tiba-tiba waktu yang sudah di tentukan gagal, (Herman) selaku pimpinan menghindar tidak menepati janjinya, selang beberapa hari menghubungi awak media meminta untuk ketemuan namun pertemuan tersebut minta di dampingi oleh oknum kepolisian, ada apa dengan semua itu, jika benar tidak ada yang menyalai aturan kenapa harus takut, sesuai pesan Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf “Hati-Hati memakai cukai palsu, Undang-Undang RI No.11 Tahun 1995. Tentang Cukai sebagaimana telah di ubah, Undang-Unfang RI No.39 Tahun 2007.” di samping kena pidana juga denda yang tidak sedikit”, sehingga berita perdana ini di turunkan. (Por/Tim). Bersambung.

LEAVE A REPLY