Tak Hadiri Sosialisasi, Ketua TP3 Hanya Kirim Salam

KEDIRI, RadarBangsa.co.id – Puluhan kepala desa bersama perangkat desa di wilayah Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri sejak pagi tampak bersemangat menghadiri acara Sosialisasi Penyelenggaraan dan Pelaksanaan Pembangunan Pemerintah Desa oleh Ketua TP3 (Tim Pertimbangan, Percepatan dan Pembangunan) Kabupaten Kediri.

Mungkin dalam benak mereka sangat bergembira akan ada gebrakan pembangunan di desanya setelah mengikuti kegiatan sosialisasi ini. Namun para undangan yang hadir sesuai waktu dalam undangan, yaitu Selasa, 05 November 2019, jam 08.00 WIB di Balai Desa Tanon, Kecamatan Papar itu mulai gelisah ketika jam 09.30 masih belum dimulai acaranya.

Kekecewaan mereka lebih terlihat lagi ketika Camat Papar, Drs. Purwiaji, MM, menyampaikan permintaan maaf bahwa ternyata Ketua TP3, Ir. H. Sutrisno, MM berhalangan hadir lantaran ada acara mendadak yang tidak bisa ditinggalkan.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Camat Papar, Drs. Purwiaji, MM mengatakan, sebenarnya sejak tanggal 28 Oktober sampai tadi malam, dirinya bersama staf kecamatan sudah berusaha semaksimal mungkin mempersiapkan semua yang ada dan sesuai kemampuan untuk menyambut kedatangan Ketua TP3 di Kecamatan Papar.

“Namun informasi tadi pagi Bapak Ir. H. Sutrisno menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya belum bisa hadir di Kecamatan Papar, bukan tidak bisa hadir, karena ada tugas mendadak. Sehingga sebagai camat harus bisa menggantikannya. Beliau hanya titip salam kepada semua Bapak / Ibu kepala desa dan perangkat disini,” kata camat.

Sambil bolak balik melihat ponsel, Purwiaji juga menyampaikan permintaan maaf karena Sekretaris TP3, Drs. Eko Ediono, M.Si juga tidak bisa hadir, begitu juga dengan perwakilan berikutnya, yaitu Drs. Mujahid, MM.

“Perwakilan keempat adalah Bapak Edi Agus, tetapi sejak tadi pagi saya hubungi belum ada jawaban bisa kehadiran atau tidak. Maka dari itu mohon maaf kalau saya bolak balik melihat handpohe karena khawatir jangan-jangan ada kabar kehadiran dari perwakilan TP3,” ucapnya.

Purwiaji dalam sambutannya juga menyampaikan beberapa keberhasilan Pemerintah Kabupaten Kediri selama 20 tahun ini, di antaranya pembangunan monumen Simpang Lima Gumul (SLG) yang sekarang menjadi icon Kabupaten Kediri, serta bagusnya infrastruktur jalan di wilayah setempat, dan lain sebagainya.

Selain itu, mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri ini juga menyampaikan terima kasih atas kerjasama para kepala desa bersama perangkat yang telah mensukseskan kegiatan pemilihan legislatif, pilpres, serta pilkades serentak yang baru saja terlaksana.

“Pada tahun 2020 nanti Kabupaten Kediri juga akan mempunyai agenda besar, yaitu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) atau pemilihan bupati. Semua warga negara, termasuk yang hadir disini mempunyai hak sama untuk ikut mendaftar. Sekarang juga sudah banyak orang yang mendaftarkan menjadi bakal calon bupati melalui partai politik yang membuka pendaftaran. Kabarnya juga ada yang akan maju melalui jalur independent,” katanya.

Menjawab pertanyaan salah seorang audien tentang siapa nantinya yang melanjutkan menjadi Bupati Kediri, Purwiaji menjawab, Bupati dr. Hj. Haryanti Sutrisno sudah dua periode menjabat, sehingga tidak dapat mencalonkan kembali.

“Yang saya dengar sekarang sudah ada calon yang mendaftar di parpol, di antaranya Pak Adi, Pak Suma, terus siapa lagi, saya lupa namanya. Sebenarnya saya tahu, tapi karena sudah tua, sehingga sering lupa. Setahu saya ada yang sudah mendeklarasikan diri bersama pasangannya, yaitu Bapak Mujahid dan Bapak Eko Ediono, kebetulan beliau teman saya. Namun mereka belum resmi mendaftar di KPU,” tutur camat yang mengaku dua tahun lagi akan pensiun dari PNS ini.

Beliau juga menjelaskan bahwa untuk mencalonkan diri sebagai bupati ini ada dua jalur, yaitu melalui partai politik dan independent. Menurutnya, yang jelas ada Pak Bandi yang setiap periode selalu mencalonkan bupati independent.

“Kalau Pak Mujahid dan Pak Eko nanti lewat jalur mana, saya belum tahu. Dari berita yang saya baca di koran, youtube, WhatsApp, Instagram, dan lain sebagainya, bahwa dua orang ini menyatakan siap untuk macung sebagai Bupati Kediri 2021-2026, yang pemilihannya kalau tidak salah pada tanggal 23 September 2020. Ini yang sudah maju, sekaligus merupakan pasangan yang nasionalis, dan amanah,” terang Purwiaji.

Camat juga menjelaskan, tentang siapa nantinya yang harus dipilih, merupakan hak dari masing-masing orang. “Tetapi kalau ada sesuatu yang baik, monggo kita wajib untuk menyampaikan kepada masyarakat, dan yang jelek jangan disampaikan. Karena sedikit pun kebaikan yang kita sampaikan itu akan mendapat balasan dari Allah SWT,” katanya.

Beliau berharap, semoga pemimpin Kabupaten Kediri mendatang betul-betul amanah, mementingkan kepentinan masyarakat, dan kesejahteraan masyarakat, pembangunan dapat berjalan terus, semakin lama semakin baik, program-programnya dan digunakan untuk masyarakat Kediri.

“Harapan kita, Bupati Kediri nantinya bisa bermanfaat untuk agama dan kesejahteraan umat manusia di Kabupaten Kediri,” tuturnya, yang dilanjutkan dengan sesi dialog.

Setelah sambutan dari Camat Papar, diadakan sedikit penjelasan dari tim terkait tugas Pemerintah Desa untuk membuat Perdes sebagai acuan pelaksanaan Peraturan Bupati (Perbup) Kediri Nomor 5 tahun 2019 tentang Daftar Kewenangan Desa Berdasarkan Hak Asal Usul dan Kewenangan Lokal Berskala Desa di Kabupaten Kediri.

Sementara itu, Camat Papar, Drs. Purwiaji, MM, dikonfirmasi seusai acara sosialisasi mengatakan, dirinya belum sempat melihat kedepan ada rencana pembangunan apa di wilayah Kecamatan Papar, karena masih belum ada satu bulan menjabat sebagai camat dan langsung disibukkan oleh kegiatan pilkades yang barus selesai digelar tanggal 30 Oktober kemarin.

Ketika ditanya apakah gambar pesawat terbang pada latar papan kegiatan sosialisasi TP3 itu ada kaitannya dengan rencana pembangunan Bandara di Kediri, Purwiaji menyatakan bahwa gambar itu sebagai bentuk kegembiraan atas rencana pembangunan Bandara Kediri.

“Pembangunan Bandara Kediri ini kan sudah viral. Harapan kita nanti akan segera terwujud. Terlepas siapapun pelaksananya, yang penting dapat membawa kesejahteraan dan manfaat bagi warga di Kabupaten Kediri. Siapa sih yang tidak senang di daerahnya mempunyai bandara, pasti semua daerah menginginkannya,” tutur Purwiaji.

Sementara itu, terkait penyebutan nama bakal calon Bupati Kediri yang kabarnya sebagai jago dari Ketua TP3, dan sering diungkapkan oleh beberapa ASN, yang diindikasikan sebagai pencurian start kampanye, Purwiaji mengaku hanya sebatas menjawab pertanyaan dari audien.

“Pak Mujahid dan Pak Eko Ediono itu mantan atasan saya yang dahulu setiap hari bertemu, masak saya tidak boleh menyampaikan namanya. Sedangkan sekarang juga belum masuk tahapan pendaftaran calon, sehingga tidak dapat dikategorikan sebagai kampanye,” ucapnya sambil ketawa. (Jay)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *