Takut Ketahuan Bobroknya, Ujian Calon Perangkat Desa Randubener di Lamongan Usir Wartawan Keluar

Sejumlah wartawan yang ada diluar pagar saat Pelaksanaan penghitungan nilai hasil ujian penyaringan calon perangkat desa oleh Tim Pengangkatan Perangkat Desa Randubener Lamongan. dan Wartawan bukan sporter  Selasa (26/10/2021)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Rumor yang berkembang di masyarakat dalam pelaksanaan ujian tulis calon perangkat desa jabatan kepala seksi pemerintahan di desa Randubener ada dugaan kuat adanya konspirasi.

Hal ini dilakukan oleh Ketua tim pengangkatan perangkat desa Randubener ada dugaan untuk memenangkan salah satu calon perangkat desa.

Bacaan Lainnya

Sejumlah wartawan saat bertandang ke acara pelaksanaan ujian di kantor desa Randubener, saat masuk sudah dihadang dipintu gerbang oleh salah satu anggota Linmas dan ditanyai dari mana. Kemudian dipersilahkan masuk.

Keberadaan wartawan di kantor balai desa Randubener tempat pelaksanaan ujian tulis calon perangkat desa berlangsung sempat dihampiri disapa dan dipersilahkan duduk dikursi secara humanis oleh Faidah kepala desa Randubener.

Pada jarak waktu yang berbeda Bambang Hariyono selaku Ketua tim pengangkatan perangkat desa Randubener juga menanyai sejumlah wartawan yang ada di pendopo kantor desa.

Selain itu, dalam pantauan langsung dilokasi, pelaksanaan ujian tulis tersebut dilaksanakan diruang tertutup, lebih-lebih waktunya molor sampai sore hari.

Ironinya, saat akan dimulai penghitungan nilai hasil ujian penyaringan calon perangkat desa. Seluruh pengunjung di kantor balai desa termasuk juga wartawan yang mau meliput disuruh keluar oleh Bambang Hariyono ketua tim pengangkatan perangkat desa Randubener melalui pengeras suara.

” Ada konspirasi apa ini, wartawan mau meliput kok disuruh keluar dan pintu langsung disuruh nutup, ini ada apa. Kita ini mau melakukan peliputan kok malah diusir keluar,” gerutu beberapa wartawan dari luar pagar dengan nada kesal.

Diungkapkan, tidak semestinya panitia bertindak seperti itu, ujian seleksi perangkat desa itu kan harusnya bisa disaksikan oleh masyarakat luas termasuk pada waktu akan dimulai penghitungan nilai peserta calon asalkan tertip

Diketahui bersama ada dua orang peserta calon perangkat desa yang mengikuti ujian tulis calon kepala seksi pemerintahan desa Randubener. Peserta nomer urut 01 Dwi Nugroho Cahyono dan nomer urut 02 Silvy Rahayu.

Ujian perangkat desa pun dimenangkan oleh nomer urut 01 Dwi Nugroho Cahyono dengan memperoleh nilai total hasil ujian penyaringan calon 514.

Sedangkan calon dengan nomer urut 02 Silvy Rahayu memperoleh nilai total hasil ujian penyaringan 244. Sangat tidak berimbang.

Sementara, ketua tim pengangkatan perangkat desa Randubener, Bambang Hariyono usai penandatanganan berita acara penghitungan nilai hasil ujian penyaringan calon perangkat desa saat diwawancarai oleh sejumlah wartawan berkaitan dengan tahapan pelaksanaan.

Ia mengatakan, “Pelaksanaan sudah dilakukan melalui beberapa tahapan dan sesuai aturan. Untuk peserta calon perangkat desa yang mengikuti ujian tulis harus berijazah SMA/Sederajat.

Saat ditanya mengenai dengan aturan yang mana, ketua panitia Bambang Hariyono menjelaskan, “Itu bukan aturan yang mana dan dari mana.

Kembali ditanya Permendagri – Permendes – Perda atau Perbup, “Masuk dalam aturan Perbup, untuk Permendagri kita masih kurang jelas dan harus bacar dulu,” ucapnya terlihat gelagapan terkesan tidak nyambung untuk menjawab.

Ada apa, termasuk juga wartawan yang mau meliput disuruh keluar. Saat wartawan belum keluar sampai diucapkan tiga kali oleh Bambang Hariyono melalui pengeras suara. Salah satu anggota timwas yang ikut keluar pagar sempat mengatakan, “Enak wong ngalah, (enak orang yang mengalah).

Ia menepis, pihaknya sama sekali tidak ada keinginan untuk mengusir wartawan. Selasa (26/10/2021).

“Saya tidak menghalang – halangi tugas wartawan, hanya saja sesuai aturan tata tertib selain panitia (tim pengangkatan perangkat desa), timwas, peserta, saksi serta undangan.

Selain itu dilarang berada di ruangan ini,” tepis Bambang Hariyono yang juga sebagai Kepala Dusun Randubener ini.

Ditanya berkaitan dengan tindakan menghalangi kegiatan jurnalistik jelas diatur di dalam UU Pers No 40 Tahun 1999 pada Pasal 18 Ayat (1) yang menyebutkan;

Bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3);

Dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).

“Sangat jelas bahwa wartawan dalam melaksanakan tugasnya dilindungi UU Pers No 40 Tahun 1999.

Bambang Hariyono mengatakan, saya tidak paham soal itu.

“Saya tidak menghalangi wartawan untuk melakukan peliputan disini, wartawan bisa meliput dari luar pagar dan saat ini juga berada di dalam balai desa.

Terkait sanksi saya tidak tahu, terima kasih, kemudian Bambang Hariyono menyudahi wawancaranya dan sengaja beranjak pergi begitu saja untuk menghindari cecaran pertanyaan berikutnya.

Secara terpisah, Faidah Kepala Desa Randubener saat dimintai keterangan soal  tahapan yang dilakukan dalam pengangkatan perangkat desa.

Untuk soal dibuat oleh panitia sendiri, akademisi salah satu perguruan tinggi yang di tunjuk. Waktu ujiannya kok molor. Ujiannya ditempatkan diruang tertutup.

Soal oknum ketua panitia lewat pengeras suara menyampaikan dan sekaligus mengusir wartawan juga ikut di keluarkan dari dalam kantor desa. Apa dibenarkan.

Kepala Desa Randubener Faidah tidak berusaha memberikan klarifikasi sebagai hak jawabnya. Namun, hanya harapan yang disampaikan, “Kedepan kepada Kader muda perangkat desa yang jadi agar bisa membantu bersama sama meningkatkan kinerja Pemerintah Desa Randubener,” singkatnya.

Berkaitan dengan kegiatan pengangkatan perangkat desa Randubener, “Saya adalah Camat baru di sini baru tanggal 20 setelah kami dilantik. Cukup meneruskan tahapan dari perekrutan perangkat ini sebelumnya.

Mungkin sebelumnya disampaikan terkait aturan sebelum pelaksanaan. Pada saat pemberkasan saya sampaikan bahwa berkas-berkas harus sesuai dengan aturan asli kemudahan kalau dilegalisir itu dicocokan.

Itu kemudian selanjutnya setelah itu dapat dilanjutkan tes tulis hari ini,” ujar Camat Kecamatan Kembangbau Sutikno, S.Pd., M.M.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *