Tanggul Kali Plalangan Lamongan Jebol, H Machfud : Langkah Cepat Tanggap Darurat Banjir Diharapkan

Jajaran Dinas PU Sumber Daya Air dan Forkopimcam Turi dan tokoh masyarakat, Bupati Lamongan melihat kondisi terkini Kali Plalangan. Jum'at (5/11/2021)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Hujan deras malam hari sebelumnya berdampak meluapnya air Kali Plalangan dan berakibat jebolnya tanggul sepanjang 3 meter dan 7 titik sleding di area yang berdekatan di wilayah Desa Tambakploso Kecamatan Turi Lamongan, Jawa Timur.

Bersama jajaran Dinas PU Sumber Daya Air dan Forkopimcam Turi dan tokoh masyarakat, Bupati Yuhronur Efendi melihat kondisi terkini Kali Plalangan belahan diwilayah Kecamatan Turi.

Bacaan Lainnya

Dalam sidak dikatakan, “Saya memerintahkan kepada OPD terkait khususnya BPBD dan Dinas PU SDA agar segera melakukan langkah cepat tanggap darurat banjir,” ujar Bupati yang di sapa Pak Yes ini.

Pihaknya juga menyampaikan agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Jumat (5/11/2021).

“Berdasarkan data BMKG, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan oleh karena itu harus tetap ditingktkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,” pintanya.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas PU Sumber Daya Air M. Jupri dalam kesempatan menyampaikan sebelumnya telah dilakukan perbaikan tanggul Kali Plalangan di titik Desa Pomahanjanggan dan di Desa Bambang, begitu pula di titik Desa Balun.

Selain itu, terjadi luapan air di Kali Plalangan, juga terjadi banjir di Desa Sendangrejo Kecamatan Ngimbang dan Desa Kalitengah Kecamatan Sugio yang membuat 36 rumah warga terdampak.

Tak hanya itu, sepanjang 40 meter jalan poros Desa Kalitengah juga mengalami rusak parah.

Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah telah terjun ke lapangan sesaat setelah kejadian untuk melakukan koordinasi dan kaji cepat di lokasi banjir.

“Untuk mengantisipsi banjir susulan dengan membersihkan aliran sungai yang bermuara ke Waduk Gondang Kecamatan Sugio.

Selain melakukan sidak, pada kesempatan yang sama juga diberikan bantuan logistik serta bantuan pasca banjir.

Sementara salah satu tokoh masyarakat petani tambak H. Machfud Wahid Hasyim yang turut hadir ke lokasi menyampaikan, “Dengan kejadian jebolnya beberapa titik tanggul belahan utara Kali Plalangan tepatnya di Desa Tambakploso dan Desa Balun diawal musim penghujan ini.

Hal ini menjadi kewaspadaan semua pihak khususnya para petani atau petambak khususnya diwilayah hamparan aliran Kali Plalangan.

Mari kita bersama sama masyarakat dan Stakeholder (pemerintah, dinas terkait dan masyarakat) untuk tetap waspada dengan melakukan tindakan pencegahan (preventif) dalam meminimalisasi dampak bencana dengan membersihkan dan memperbaiki saluran (drainase)

Jangan sampai kejadian banjir beberapa tahun lalu terulang kembali dengan kerugaian masyarakat petani triliunan rupiah. Karena waktu itu petani tambak menjelang panen ikan.

Namun, kedahuluan banjir datang akhirnya petani tambak gigit jari,” tambah H. Machfud petambak tajir ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *