Tangis Si Pengayuh Becak Didengarkan Tuhan, Gugatannya Temui Titik Terang Dan Babak Baru

0
507

LAMONGAN.radarbangsa.co.id.Harapan Mustopo untuk mendapatkan tanahnya secara sah di mata hukum menemui titik terang. Dimana sebelumnya telah terjadi dugaan penyerobotan atas tanah seorang kakek miskin tersebut yang dilakukan oleh Drs.Disan beserta Sri Hartutik (istri) oknum PNS di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan hingga harus menggelar perkara tersebut di meja hijau.

“Mustopo merupakan salah satu warga Kampung Gilang, Kelurahan Babat, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan dalam kategori miskin. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dia harus mengayuh becaknya hingga puluhan kilometer,”tutur Riyanto,SH,MH LBH dan atau Posbakum (Pos Bantuan Hukum) melalui Subari. Jumat (12/04/2019).

Subari menjelaskan, pada sidang minggu yang lalu, agendanya terkait riwayat tanah dari pewaris terdahulu dan pengerusakan rumah yang diduga dilakukan oleh tergugat (Drs.Disan dan Sri Hartutik) dengan menghadirkan 5 (lima) orang saksi dari penggugat (Mustopo) dan sekaligus pelaku sejarah yang masih hidup. Mereka diantaranya Pak Kusen, Pak Nardi, Pak Bandi, Pak Muryadi, dan Pak Supriyadi.

“Kelima saksi dari penggugat merupakan pelaku sejarah dan saksi hidup dari leluhur nenek, orang tua kandung dan Mustopo sebagai anak dari Mustiah almarhumah. Sehingga keterangan yang disampaikan oleh mereka itu riil dan relevan dengan alat bukti tertulis penggugat dan telah kami sampaikan kepada Majelis Hakim,”terangnya.

Persengketaan tanah, lanjut Bari panggilan Subari, yang didaftarkan di Pengadilan Negeri (PN) Lamongan No.42/pdt.P/2018/PN LMG tersebut akan menemui titik terang dan bakal menemui babak baru. Yang mana atas kesaksian dari kelimanya menjadikan keyakinan sebagai penasehat hukum Mustopo semakin bertambah kuat.

“Riyanto,SH,MH LBH dan atau Posbakum (Pos Bantuan Hukum) Perari yang beralamatkan di Jalan Raya Kludan 41 Tanggulangin Sidoarjo selaku penasehat hukum (PH) dari Mustopo yakin atas keterangan saksi dari penggugat akan mempermudah majelis dalam menganalisis dan menyimpulkan mana yang sebenarnya berhak atas tanah obyek sengketa,”tegas pria kelahiran Magetan dengan penuh semangat.

Pihaknya akan akan terus memperjuangkan hak milik tanah dan bangunan rumah yang merupakan peninggalan orang tuanya. Dan melalui Majelis Hakim sebagai Wakil Tuhan akan mampu memberikan keputusan yang adil dan bermartabat sesuai kebenaran.

“Kami selaku PH Mustopo Cs yakin dan seyakin-yakinnya bahwa “Permohonan Kami Akan Dikabulkan Seluruhnya”. Dan keyakinan ini bukanlah tanpa dasar, terbukti pada sidang hari Rabu (10/04/2019) kemarin dengan agenda kesaksian dari pihak tergugat yang menghadirkan tiga orang saksi sebagai saksi awal,”katanya menambahkan.

Menurutnya, dari keterangan ketiga saksi tergugat cenderung tidak konsisten dengan fakta dilapangan maupun apa yang didalilkan. Jelas-jelas saksi yang dihadirkan tergugat tidak tahu-menahu apa yang sebenarnya terjadi di masa lampau leluhur terkait obyek sengketa. Dan jika dikaitkan dengan kejadian saat ini kesaksian dari ketiga saksi tergugat terkesan asal-asalan.

“Kami sebagai PH Mustopo cs, Haqqul Yaqin Gusti Allah Ora Sare dan Yang Benar Tetaplah Benar. Serta yang salah akan ditunjukan-NYA melalui alam dan manusia-manusia pilihan-NYA,”pungkasnya.(hd).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here