Home / BERITA HARI INI / Tempat Penggilingan Daging Pasar Baru Lumajang Diserbu Warga | Reporter : Riaman
Suasana penggilingan daging di pasar baru (dok foto : Riaman Radarbangsa /17/06/2018]

Tempat Penggilingan Daging Pasar Baru Lumajang Diserbu Warga | Reporter : Riaman

LUMAJANG,Radarbangsa.co.id – Hari raya Idul Fitri menjadi berkah tersendiri bagi pemilik pengusaha penggilingan daging. 5 (lima) hari menjelang hari raya hingga hari ketiga ini terus dibanjiri warga.

Salah satu pemilik usaha penggilingan daging di lingkungan pasar baru Lumajang Jawa timur, Sugito (53) yang akrab di sapa Sigit mengatakan omzet usahanya semakin naik sejak Selasa (12/6). Peningkatan itu mencapai tiga kali lipat dari biasanya. “hingga hari ketiga Iedul Fitri ini,” ungkap Sigit, saat di temui media ini di tempat usahanya, Minggu (17/06/2018) sekira Pukul 09.00 Wib.

Menurut Sigit, penggilingan daging miliknya itu biasanya buka sejak pagi hingga siang. Tapi menjelang Lebaran kurang lima hari, dirinya buka sejak pukul 03.00 hingga siang hari. Itu dilakukan untuk memenuhi permintaan jasa penggilingan daging. “tiga hari kemarin sampai sore, sekarang cuman sampaiSiang saja,” jelasnya.

Jasa penggilingan daging pentol bakso, sebenarnya banyak tersedia. Tapi, semua tempat penggilingan daging itu ramai dan dipadati warga. “Ramainya itu setiap Idul Adha dan Idul Fitri, tapi masih ramai Idul Fitri,” katanya.

Masih menurut Sigit, untuk jasa giling daging itu dikenakan tarif  Rp 5.000 per kilogram daging. “Kalau bumbu raciknya bisa beli disini, ada juga yang bawa dari rumah,” ungkapnya.

Kendati tempat usaha penggilingan nya meningkat, dia tidak menambah jumlah karyawan. Karena kalau tidak berpengalaman di bidang penggilingan daging di khawatirkan setelah hari raya pelanggan nya lari,” kalau tidak pengalaman bisa gak jadi pentol (Rusak),”terangnya.

Sementara itu, Sri Wahyuni (41) asal dusun Darungan, desa Wonokerto, Kecamatan Tekung, kabupaten Lumajang, Jawa Timur, salah seorang yang menggiling daging mengaku sengaja menggilingkan daging setelah hari ketiga, menurutnya kalau sebelum dan sampai hari ke dua biasanya ramai,”saya pada tahun lalu menggilingkan pada hari ke dua, pulangnya sampai sore, jadi saya tidak mau terulang kembali. Bakso itu akan disajikan untuk keluarga dan kerabat yang datang ke rumahnya. “ Bakso enak dan lebih tahan lama dibanding jenis masakan lainnya,” terang ibu dua itu.

Reporter: Riaman

Check Also

Kembali Terjadi Tanah Longsor Di Wilayah Kabupaten Pacitan

Pacitan, Radarbangsa.co.id –Hujan dengan intensitas tinggi menguyur beberapa wilayah di Kabupaten Pacitan mulai sore hari, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *