Temu Alumni 30 Tahun SMA St Carolus Surabaya

Giat Temu Alumni SMA Santo Carolus Tarakanita Surabaya (Dok Foto IST)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – SMA Santo Carolus Surabaya merayakan HUT ke-30. Salah satunya dengan cara mengadakan Temu Alumni (Bincang Santai Lintas Angkatan 1995-2022) dengan tema, “A Tribute to Memories”. Acara tersebut digelar di Hall Lt. I Gedung Olahraga dan Perpustakaan SMA St Carolus Tarakanita Surabaya.

Temu Alumni ini dihadiri, Anastasius Sumino (Guru periode 1993-2018), Theodorus Sujitno (Karyawan periode 1992-1999), M. Ilin Ubayati (Guru periode 1994-2019), dan Andreas Suparno (Guru periode 1993-2001). Sabtu, (25/6).

Bacaan Lainnya

Turut dihadiri juga, Rd. Paulus Febrianto (Angkatan 2), Jahja (Angkt. 3), Putu Gede Francois S. (Angkt. 7), Ronny Chen Ink (Angkt. 9), Valeri B. Johanu (Angkt. 17), Elysabeth Dewi (Angkt. 25), dan Josephine Kintan W. M. (Angkt. 26), serta peserta acara lainnya.

Ketua Panitia 30 Tahun SMA St. Carolus Tarakanita Surabaya, Ignatius Oky Soerjanto menjelaskan giat kali ini juga bakal melaunching GOTA, kepanjangannya Gerakan Orang Tua Asuh, dan juga diadakan doorprize.

“Karena momen ini dalam Temu Alumni sebagai sarana untuk mengajak alumni berbela rasa kepada adik-adiknya terutama yang membutuhkan (dalam bentuk financial),” ujarnya pada awak media. Minggu, (10/6/2022).

Berdasarkan dari bincang-bincang bersama alumni, meski di tahun angkatan pertama SMA Santo Carolus masih dalam naungan YPKB (Yayasan Pendidikan Karolus Borromeus) dan kemudian bergabung dengan Yayasan Tarakanita, mereka menyampaikan yang menjadi ciri khas adalah pendidikan karakter, yaitu kedisiplinan, kejujuran, kepedulian kepada sesama, saling berbagi.

Sementara itu, Ketua Panitia Temu Alumni 30 Tahun SMA St. Carolus Surabaya, Nadia Anggita Putri (Angkt. 9) mengatakan, ini merupakan reuni akbar yang pertama kali. Ia kaget, sejak dipublikasikan pra-acara ternyata banyak respons para alumni. Acara dilaksanakan secara hybrid (online dan offline). Yang hadir di acara sebanyak 100 orang dan online sekitar 50-70 orang.

“Kami tidak menyangka, bahwa acara yang hanya dipersiapkan selama 3 bulan tersebut, bisa berjalan sesuai dengan rancangan kami, meskipun memang masih belum sempurna dan ada beberapa yang perlu diperbaiki. Saya pribadi berharap, acara Temu Alumni ini dapat menjadi dasar untuk kegiatan Reuni selanjutnya,” sambungnya.

Untuk GOTA, lanjut Nadia, pada dasarnya alumni cukup besar antusiasmenya, hanya saja publikasinya yang masih harus ditingkatkan karena belum semua alumni paham mengenai program tersebut.

“Namun saya yakin para alumni bersedia untuk terlibat dalam program tersebut. Contohnya saja setelah launching GOTA, sudah ada alumni yang mengajukan diri untuk mengikuti program tersebut. Jadi jika publikasinya lebih gencar, maka akan lebih banyak lagi alumni bersedia terlibat,” tegasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.