Terapkan Digital Marketing, Omzet UKM Madiun Meningkat

MADIUN, RadarBangsa.co.id – Pandemi COVID-19 memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap segala aspek kehidupan, tak terkecuali Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Seperti diketahui, UKM memiliki peran penting dalam mempertahankan perekonomian bangsa. Tak hanya itu, UKM menyerap 96,9% dari total penyerapan tenaga kerja dan menyumbang sebesar 60,34% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.Senin (28/06/2021)

Digitalisasi juga dinilai penting dalam upaya mendorong UKM naik kelas. Berkaca dari tren selama pandemi dimana ekonomi digital tumbuh positif 38% dan 93% pengguna internet masih tetap akan memanfaatkan digital pasca pandemi.

Bacaan Lainnya

Mendukung sektor UKM untuk bersaing di dunia digital, JNE mengadakan gelaran webinar JNE Ngajak Online 2021 – Goll…Aborasi Bisnis Online 2021 Kota Madiun. Melalui webinar online ini diharapkan UKM di Indonesia, khususnya di Kota Madiun dapat mengembangkan kemampuan bersaing di dunia digital, baik dalam skala nasional dan global.

“JNE Madiun terus melakukan inovasi dalam meningkatkan kualitas layanan dengan menerapkan beberapa point yaitu sinergi dan koloborasi, kerja sama dengan berbagai pihak yang JNE percaya merupakan kunci kesuksesan di tengah industri 4.0, lalu adaptasi dan inovasi, yaitu selalu optimis dengan setiap situasi yang sedang dihadapi. Salah satu bentuk nyata kami ingin hadir untuk UKM yaitu kami memberikan layanan 24 jam secara offline maupun hotline. ” jelas Andri, Kepala Cabang JNE Madiun dalam virtual webinar, Senin (28/06/2021).

Hadir sebagai pembicara dari pihak UKM, Murni selaku Owner Batik Murni Madiun menuturkan, keunikan, ciri khas dan inovasi tanpa henti menjadi kunci sukses bisnis nya tetap bertahan, “saya memulai bisnis dari 0, dan saya menjadikan batik sebagai passion saya. Dalam berbisnis kita harus memiliki keunikan, mengutamakan mutu dan bangga dengan produk yang kita miliki. Batik Murni berusaha untuk selalu memiliki ide dan inovasi baru setiap bulan nya karena hal tersebut yang menjadikan batik murni tetap diminati konsumen.” ujar Murni.

Sementara itu, Hery Sasono selaku Direktur Bluder Cokro mengatakan, di masa pandemi omset Bluder Cokro hanya 10% dari jumlah omset biasanya, namun Bluder Cokro mulai menerapkan strategi marketing terbaru yaitu dengan on boarding di online market place, menciptkan website Bluder Cokro dan menjadikan JNE sebagai jasa pengiriman keseluruh indonesia, terbukti omset penjualan kembali berangsur meningkat, “Pada awal masa pandemi, omset bluder cokro sangat menurun dan kami sangat shock. Namun dalam berbisnis kami percaya untuk tetap gigih dan pantang menyerah. Never quit, belajar jangan mudah putus asa karena ketika kita percaya dan terus berjuang pasti ada jalan tentunya dibarengi dengan kualitas bagus, kemasan bagus, pelayanan bagus, 3 aspek tersebut sudah harus menjadi 1 paket, dengan begitu bisnis pasti akan berbuah manis dan tetap akan berjalan.” pungkas Hery.

Sebagai informasi, gelaran webinar JNE Ngajak Online 2021 Goll…Aborasi Bisnis Online 2021 Kota Madiun yang diadakan pada hari Senin, 28 Juni 2021 merupakan kota ke-31 yang menjadi sasaran dalam pemberdayaan UKM oleh JNE. Setelah Kota Madiun, gelaran roadshow ini akan kembali hadir di Kota Mojokerto pada 30 Juni 2021. Webinar online kali ini merupakan roadshow di 60 kota di seluruh Indonesia dan dimulai pada 26 Januari 2021 di Samarinda dan akan berakhir pada 29 Desember 2021 di Ternate.

(Red/***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *