Terkenang Sosok Sastrawan yang Egaliter, Diluncurkanlah Buku ‘Panggil Saya Budi Darma’

Peluncuran buku “Panggil Saya Budi Darma” di kantor Ikatan Pensiunan Unesa, Surabaya

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Ikatan Pensiunan Universitas Negeri Surabaya (Ipunesa) menggelar peluncuran buku berjudul “Panggil Saya Budi Darma’. Peluncuran buku itu dilaksanakan di Kantor Ipunesa, Kampus Unesa Ketintang, Surabaya.

Peluncuran itu dihadiri oleh anggota Ipunesa, penulis buku Alimufi Arief, serta keluarga Budi Darma, yang diwakili sang anak Hananto Widodo serta adik kandung, Budi Sampoerno.

Bacaan Lainnya

Penulis buku ‘Panggil Saya Budi Darma’, Alimufi Arief mengatakan, buku ini adalah persembahan dari seluruh keluarga besar Unesa, baik dosen, guru besar, akademik, mahasiswa, alumni, hingga rektor Unesa.

Menurutnya, buku ini adalah ringkasan perjalanan hidup Budi Darma yang dirasakan oleh para penulis buku ini. Uniknya, buku ini tak hanya ditulis oleh Alimufi Arief saja, namun juga 41 orang lainnya yang pernah kenal dekat dengan Budi Darma.

“Ibaratnya ini adalah kenang-kenangan kami bagi Pak Budi. Beliau ini orang yang sangat Egaliter ya. Penulis di dalam buku ini, merasakan bagaimana Pak Budi bersosialisasi dengan orang lain tanpa melihat jabatan, akses, kuasa, dan sebagainya,” ujar Alimufi seperti yang dikutip ngopibareng.id. Sabtu, (16/10/2021).

Apalagi pengerjaan buku setebal 162 halaman itu terbilang kilat. Para penulis yang memiliki kesibukan masing-masing, tanpa target tiba-tiba bisa menyelesaikan tulisan mereka masing-masing dalam kurun waktu satu minggu. Baik tulisan dari guru besar, dosen, hingga rektor.

Usai pertulisan itu selesai, giliran Alimufi Arief yang menyusun agar lebih baik dalam sisi redaksional. Ia juga dapat tugas mencetak dan mengedarkan buku itu agar bisa dibaca khalayak luas.

Alimufi ingin, dari buku ini masyarakat Surabaya, Jawa Timur, dan khususnya keluarga besar Unesa, bisa terus mengenal sosok Budi Darma. Rektor Unesa yang terkenal egaliter itu.

“Saya harap buku ini memberikan manfaat yang luas bagi kita semua, sebagai penerus karakter dan kepribadian Pak Budi Darma,” harap Alimufi Arief.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *