Terseret Arus saat Mandi di Sungai, Bocah SD di Lumajang Meninggal Dunia

bocah SD
Riaman wartawan123 Lumajang: Proses evakuasi korban bocah SD di aliran Sungai Kaliasem Lumajang, Jawa Timur, Rabu (28/2/2024). (Dok istimewa).

LUMAJANG, RadarBangsa.co.id – Terseret arus Sungai Kaliasem saat mandi, bocah laki laki di Lumajang meninggal dunia, tepatnya di belakang Universitas Lumajang, Sumberejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (28/2/2024) siang.

Adapun korbannya, yakni Tandafa umur (10) tahun asal Jl. Sastrodikoro, Kelurahan Citrodiwangsan, Kecamatan Lumajang .

Bacaan Lainnya

Informasi berhasil dihimpun, korban merupakan siswa SDN Tompokersan 2 Lumajang, saat pulang dari sekolah pergi bermain ke sungai Kaliasem untuk mandi bersama dua rekannya yang sama sama duduk di bangku sekolah SD.

Lalu, setibanya di sungai, ketiganya mandi tanpa menggunakan baju, dan turun dari sisi barat. Salah satu temannya (Gilang) tiba-tiba mengetahui korban tenggelam langsung menolongnya bersama Fino.

Karena kuatnya arus sungai, dua temannya tidak berhasil menolong korban, hingga akhirnya berteriak meminta pertolongan kepada warga yang berada di Mushola.

“Tandafa terseret arus sungai, dan temannya tidak bisa menolong, lalu berteriak minta tolong, dan teriakan nya itu didengar warga yang berada di Mushola, dan Warga pun langsung melapor ke Polsek,” Ujar Kapolsek Sukodono, AKP Ernowo, S.H kepada awak media.

Setelah menerima laporan, lanjut Ernowo, Polsek Sukodono, Koramil dan BPBD Lumajang tiba di lokasi untuk melakukan pencarian.

“Sekitar pukul 13.42 WIB korban berhasil di evakuasi menuju RS NU Permata untuk mendapatkan pertolongan,” terang Ernowo.

Saat menuju rumah sakit, ungkap Ernowo, korban masih bisa bernafas. Namun, ketika sampai di RS, tuhan berkehendak lain. Petugas medis menyatakan korban meninggal dunia.

“Penyebab meninggalnya korban lantaran kehabisan nafas usai menelan terlalu banyak air saat tenggelam,” Ungkap Ernowo.

Terakhir, Perwira polisi berpangkat tigak balok kuning emas dipundaknya ini menghimbau kepada seluruh orang tua yang memiliki anak usia sekolah dasar, agar lebih intens dalam memberikan pengawasan dan perhatiannya kepada buah hatinya.

“Kami meminta agar orang tua lebih mengawasi buah hatinya, tolong untuk tidak mandi dan bermain di sungai Karena berbahaya rawan terseret arus”, imbau nya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *