Tiga Paslon Cabup-Cawabup Lamongan Akhirnya di Resmikan, Ini Kata Ketua KPU Lamongan

  • Whatsapp
Ketua KPU Lamongan Mahrus Ali

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Tiga kandidat bakal pasangan calon akhirnya resmi ditetapkan menjadi pasangan calon untuk mengikuti kontestans dalam pilihan Bupati dan Wakil Bupati Lamongan mendatang. Penetapan tiga paslon itu setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lamongan melakukan rapat pleno tertutup tanpa melibatkan pasangan bakal colon.

“Penetapan tiga paslon ini berdasarkan Keputusan KPU Kabupaten Lamongan Nomor 245/PL.02.3Kpt/3524/KPU-Kab/IX/2020 Tentang Penetapan Pasangan Calon Bupati Dan Wakil Bupati Dalam Pemilihan Serentak Lanjutan Bupati Dan Wakil Bupati Lamongan Tahun 2020,” kata Ketua KPU Lamongan Mahrus Ali, pada Rabu (23/09) sore

Bacaan Lainnya

Mahrus menjelaskan, bahwa berdasarkan hasil penelitian terhadap kelengkapan dan keabsahan dokumen persyaratan pencalonan; kelengkapan persyaratan calon dalam pendaftaran bakal pasangan calon dan hasil penelitian keabsahan dokumen persyaratan calon.

Tiga bakal paslon yakni calon Bupati Ir. H. Suhandoyo dan calon wakil bupati Dra. Astiti Suwarni, Calon Bupati Dra. Hj. Kartika Hidayati, M. M, M. HP. dan Calon Wakil Bupati Sa’im, s. Pd dan Calon Bupati Dr. Yuhronur Efendi, MBA dan Calon Wakil Bupati Drs. KH. Abdul Rouf, M.Ag telah memenuhi persyaratan.

“Tiga paslon tersebut dinyatakan telah memenuhi syarat dan ditetapkan sebagai Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lamongan dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lamongan Tahun 2020,” terangnya.

Ketiga pasangan calon yang sudah ditetapkan ini, lanjut Machrus, pada Kamis (24/9/2020) akan diundang untuk menghadiri pengundian nomor. Pengundian akan dilakukan di Sport Center Lamongan atau GOR Lamongan dengan tetap mempertimbangkan kapasitas ruang karena peserta yang diundang juga sangat dibatasi untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Pastinya apapun kegiatan pilkada harus atau wajib hukumnya mematuhi protokoler kesehatan,” tambahnya.

Mahrus menegaskan, pada tahapan penetapan dan pengundian nomor pasangan calon di hari berikutnya akan dijadikan momentum awal untuk melaksanakan prokes COVID-19 secara ketat.

“Ini harus kita awali untuk melaksanakan protokol kesehatan demi pencegahan pandemi COVID-19 dalam pilkada ini. Karena setelah penetapan dan pengundian nomor akan dilanjutkan proses kampanye hingga coblosan,” tandasnya.

(Ari)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *