Tim Abdimas UPN Veteran Jatim, Adakan Gerakan Literasi STEAM dan Bahasa Inggris di Gresik

Tanamkan Budaya Literasi Sejak Dini, Tim Abdimas UPN Veteran Jatim Adakan Gerakan Literasi STEAM dan Bahasa Inggris

GRESIK, RadarBangsa.co.id – Tanamkan budaya literasi sejak dini, tim pengabdian kepada masyarakat (Abdimas), LPPM Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, adakan gerakan literasi di komunitas membaca di Dusun Pancaran, Desa Siwalan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik.

Komunitas Panggon Moco ini mendirikan sebuah taman baca masyarakat (TBM) yang menyediakan beragam buku untuk meningkatkan minat baca anak-anak dan remaja di Desa Siwalan. Namun, karena keterbatasan, buku-buku tersebut belum untuk dipinjam, melainkan hanya untuk dibaca di tempat.

Bacaan Lainnya

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat LPPM UPN Veteran Jawa Timur, Wahyu Kyestiati Sumarno menyampaikan bahwa literasi bukan hanya diidentikkan dengan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung), tetapi meluas seperti kemampuan memilih dan memilah informasi, berkomunikasi, dan lain sebagainya.

“Oleh sebab itu, lahir istilah literasi digital, finansial, dan lain-lain. Pada kesempatan ini, kami mengusung tema literasi STEAM dan Bahasa Inggris dalam program kami ini,” ungkap Wahyu Kyestiati Sumarno mengawali kegiatan. Minggu (25/07/2021).

Hal senada juga disampaikan salah satu anggota tim, Ali Shodikin menyampaikan bahwa kegiatan kali ini tidak hanya berupa aksi literasi bersama anak-anak, tetapi tim juga berinisiatif membuat sebuah aplikasi peminjaman buku online.

“Diharapkan dapat memicu TBM Panggon Moco untuk berkembang sehingga mampu meminjamkan buku untuk anak-anak apalagi di masa pandemi seperti saat ini, anak-anak diharapkan di rumah saja,” Imbuhnya.

Gerakan literasi ini sendiri dilakukan selama 3 (tiga) hari, mulai dari hari Kamis, 22 Juli 2021 sampai Sabtu, 24 Juli 2021, tiap sore selepas Sholat Ashar, di TBM Panggon Moco.

“Karena suasana pandemi, kegiatan berlangsung dengan protokol kesehatan, yakni wajib memakai masker, semprot hand sanitizer, berusaha jaga jarak, serta dilakukan di ruangan terbuka,” terangnya.

Pada hari pertama, tim pengabdian masyarakat LPPM UPN Veteran Jatim, membuka kegiatan dengan penyerahan aplikasi peminjaman buku online, bernama “Perpusku” kepada ketua Komunitas Panggon Moco.

Pengurus Panggon Moco mendapat petunjuk bagaimana menggunakan aplikasi tersebut melalui video tutorial. Selanjutnya, tim dari UPN Veteran Jatim juga menyerahkan beberapa buku bacaan sebagai sumbangan, termasuk buku panduan kegiatan STEAM untuk anak-anak, yang telah disusun oleh tim teruntuk anak-anak di Panggon Moco.

Buku panduan ini kemudian di praktekkan bersama anak-anak pada hari-hari berikutnya, ditambah juga kegiatan read aloud dan pembagian leaflet tentang pentingnya bedtime stories bagi para orang tua. Leaflet tersebut bermaksud untuk menyadarkan orang tua bahwa meluangkan waktu sejenak untuk membacakan buku pada anak sebelum tidur itu penting.

“Karena memang baru, pada saat berlangsungnya kegiatan, tidak banyak anak paham apa itu STEAM. Oleh sebab itu, tim menjelaskan sambil mengajak anak-anak praktek langsung percobaan STEAM sederhana, dengan perlengkapan yang telah disediakan tim,” ungkap ketua Tim Abdimas UPN Veteran.

Percobaan-percobaan tersebut meliputi Rainbow in the Glass, Magic Candies, dan Inflating Balloon Automatically. Anak-anak antusias mengikuti percobaan demi percobaan dengan bimbingan dari tim.

Wahyu Kyestiati Sumarno, juga menyampaikan bahwa salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang anak adalah bermain, anak belajar melalui bermain.

“Karenanya, kegiatan belajar ini harus dikemas menyenangkan seolah-olah seperti bermain sehingga ada ilmu yang bisa dipelajari,” sambungnya.

Hal inilah yang menjadi inspirasi tim menghadirkan beragam aktivitas bermain dengan pendekatan STEAM yang edukatif serta membuat anak tetap ceria, kreatif, dan lebih optimis. STEAM diyakini dapat mengasah kreativitas, rasa penasaran dan keingintahuan, serta meningkatkan kegigihan dan kompetensi anak-anak dalam problem solving.

Selain itu melalui aktivitas-aktivitas yang menggunakan pendekatan STEAM, kemampuan anak dalam berkolaborasi dengan sesama juga semakin meningkat.

Selain STEAM, tim juga memperkenalkan pentingnya read aloud dan bedtime stories. Kegiatan ini dilakukan melalui pembacaan cerita dwi-bahasa, Indonesia – Inggris, kepada anak-anak, untuk membuat mereka tertarik membaca cerita dan mengajak orang tua mereka untuk meluangkan waktu membacakan cerita sebelum tidur.

Ajakan tersebut diwujudkan tim dalam bentuk leaflet yang dititipkan pada anak-anak untuk orang tua mereka di rumah. Seperti kata Pak Nadiem, membacakan buku sejenak pada anak-anak, sangat penting untuk perkembangan literasi mereka.

Di akhir acara, ketua Komunitas Panggon Moco, Sholihuddin, menyampaikan acara seperti ini penting sekali, terbukti tadi antusiasme anak-anak. Karena mungkin masa pandemi, jadi anak-anak merindukan kegiatan seperti ini, membuat mereka senang.

“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya sekali, tapi bisa berlanjut, baik online maupun offline,” ujar ketua Komunitas Panggon Moco, Sholihuddin.

(Iful/Yudi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *